Breaking News

Terkait Penangkapan Dugaan Mucikari PSK Online di Hotel Grand Nanggroe

Manajemen Hotel Mengaku Tidak Tahu

Manajemen Hotel Mengaku Tidak Tahu
Modus Aceh/ Azhari Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Manajer Operasional Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, M. Hertanto Budiman mengaku tidak tahu jika polisi yang memesan kamar hotel untuk melakukan under cover (penyamaran) untuk menciduk terduga mucikari dan Pekerja Seks Komersial (PSK). Itu sebabnya, dia mengaku kecewa dengan pemberitaan media massa yang seolah-olah pihaknya membiarkan praktek prostitusi di hotel tersebut. “Kita kecewa ya, karena kejadiannya tidak seperti itu,” ujar Budiman, begitu dia disapa pada MODUSACEH.CO, di Banda Aceh, Rabu, (25/10/17).

Menurut Budiman, Sabtu (22/10), ada orang yang memesan dua kamar di Lantai III Tipe VIP. Namun, customer service tidak mengetahui jika yang memesan kamar itu adalah Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, untuk melakukan under cover, menangkap terduga PSK online ini. Baru, setelah kejadian penangkapan, manajemen hotel mengetahuinya. “Kebetulan saja hotel kami yang dipilih polisi, untuk melakukan penyamaran mereka, polisi juga tidak memberitahu kami sebelumnya, kami juga merasa terkejut atas kejadian ini,” ungkapnya. Baca: Polisi Ringkus Mucikari dan Enam PSK Online di Banda Aceh

Dia memastikan, manajemen hotel akan patuh dan taat dengan ketentuan dan qanun yang berlaku di Banda Aceh. Seperti, meminta buku nikah atau KTP untuk melihat status perkawinan, kepada tamu hotel yang diketahui menginap dengan pasangannya. “Saya juga tegaskan, jika ada karyawan hotel bermain dengan pemesan kamar, maka langsung kita pecat. Dan tamu hotel langsung kita keluarkan,” tegasnya. Baca: Segini Tarif Korban Prostitusi Online di Banda Aceh

Benarkah, sekedar mengulang, ‘kenakalan’ manajemen Hotel Grand Nanggroe bukan kali ini saja terjadi. Pada 2016 lalu misalnya, saat Hajjah Illiza Sa'aduddin masih menjabat Wali Kota Banda Aceh, bersama dengan Satpol PP dan WH Banda Aceh, melakukan penggrebekan di hotel tersebut. Ketika itu, sejumlah model seksi mengunakan celana ketat dan rok mini serta tanpa kerudung diamanakan petugas untuk dilakukan pembinaan. Sementara, manajemen hotel mengaku ditipu oleh pihak penyelenggara dan akhirnya meminta maaf secara terbuka. Baca: Polisi Selidiki Pria Hidung Belang Jasa PSK Online di Banda Aceh

Tidak sampai disitu, ‘kenakalan’ manajemen Hotel Grand Nanggroe juga terungkap (26/15/14), ketika itu, Illiza Saaduddin Djamal dengan Satpol PP bersama WH Banda Aceh, mengamankan belasan wanita penghibur dan minuman keras di ruang Karaoke Hotel Grand Nanggroe.***

Komentar

Loading...