Breaking News

Tiga Belas Tahun Majelis Pengajian 165

Menambah Ilmu Agama, Menebar Ibadah Sosial

Menambah Ilmu Agama, Menebar Ibadah Sosial
Ist
Rubrik

Banda Aceh |  Berawal dari keikutsertaan sebagai peserta ESQ dari Aceh yang dilaksanakan di Medan, Sumatera Utara, awal Januari 2005 silam. Membuat keinginan Ir. Hj Henny Auliani semakin kuat untuk membentuk Majelis Pengajian di Kota Banda Aceh. Keinginan itu tak lepas dari keyakinan dan kondisi nyata di Aceh, khususnya Banda Aceh, yang semakin bergejolak  dari nilai-nilai Al Qur’an. Ini sejalan dengan semakin bergesernya perilaku masyarakat dari aspek kehidupan beragama, khususnya Islam. Apalagi, Aceh baru setahun dilanda musibah dahsyat yaitu gempa dan tsunami, 26 Desember 2004.

"Saat itu, disamping negara donor dan saudara kita dari seluruh  Indonesia datang membawa sejumlah bantuan ke Aceh, juga budaya serta tradisi dari negara atau daerah mereka berasal. Karena itu, perlu satu benteng terhadap anak-anak dan keluarga, khususnya kaum ibu," kata Ir. Hj Henny Auliani, Pimpinan Majelis Pengajian 165 pada media ini, Kamis (12/4/2018) di Banda Aceh.

Itu sebabnya, awal Maret 2005 atau tiga bulan kemudian, Hj. Henny membentuk Majelis Pengajian Khusus Kaum Perempuan atau ibu-ibu. Majelis ini diberi nama 165 atau bermakna; 1 (Allah ), 6 (Rukun Iman) dan 5 (Rukun Islam). Nama itu diambil dari ESQ yang di gagas Ary Ginanjar Agustian. “Awalnya anggota majelis ini hanya berjumlah 15 orang. Alhamdulillah saat ini sudah bertambah atau menjadi  55 jamaah yang berasal dari berbagai kalangan,” jelas Hj. Henny.

Untuk memberi berbagai pengetahuan dan pemahaman isi serta kandungan Al-Quran maupun aqidah secara non formal. Majelis Pengajian tersebut mengundang secara rutin sejumlah ustad. Misal, Ustad Gamal, Uztad Ilham dan Ustad Ridwan,Ustad Umar, Ustazah Fauziah,Uztazah Nurasiah dan lain-lain. Tak hanya itu, sambil memperdalam ilmu agama, anggota majelis juga menebar ibadah sosial dengan menggalang dana untuk korban di Gaza, Suriah, korban gempa Pidie Jaya. Termasuk berkunjung secara rutin bagi keluarga anggota majelis yang tertimpa musibah, baik sakit maupun meninggal dunia.***

Komentar

Loading...