Menakar Keseriusan Pemerintahan Erli Hasyim

Menakar Keseriusan Pemerintahan Erli Hasyim
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Simeulue 01

Simeulue | Siapa yang tak kenal Erli Hasyim, Bupati Simeulue 2017-2022. Dia dikenal sebagai sosok politisi yang handal dan piawai dalam memainkan peran dalam kompetisi demokrasi bertajuk; Pilkada 2017 lalu. Lihat saja, hampir setiap perhelatan rakyat ia selalu lolos menduduki empuknya kursi politik. Mulai dari anggota DPRK Simeulue, anggota DPRA hingga Bupati Simeulue.

Kendati terbilang sukses, namun syahwat politiknya sempat terhenti. Pasalnya tahun 2014 silam ia gagal mendulang suara selaku caleg dari wilayah dapil sepuluh, alhasil ambisinya pun terhenti kala itu. Namun tahun 2017 saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Simeulue, keberuntungan kembali berpihak padanya. Dia terpilih setelah mengalahkan pasangan Ariyaudin-Rapian termasuk menaklukkan pasangan petahana Riswan NS-Hamdan Amin.

Dalam kampanye politik, Erli Hasyim yang berpasangan dengan Afrida Wati, istri mantan Bupati Simeulue Darmili, didaulat dengan julukan pasangan sejahterah, bisa jadi karena motonya Simeulue menuju sejahterah.

Tak heran jika asa warga kabupaten kepulaun itu mulai tertumpuh pada pemerintahannya, sumpah jabatan yang diikrarkan jadi referesi. Lantas seperti apa konsep sejahtera yang digadang gadangkan itu, atau hanya slogan politik semata?

Untuk mendapatkan penjelasan tadi, media ini coba menghubungi Erli Hasyim melalui sambungan seluler. Lalu handphone berdering, tak lama kemudian orang nomor satu di Simeulue itu menjawab telepon wartawan MODUSACEH.CO. Salam, dilanjutkan dengan apa kabar menjadi pembuka konfirmasi media ini.

Dalam penjelasanya, ia mengatakan konsep sejahtera yang dimaksud itu adalah, menyangkut upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan ekonomi masyarakat yang bahagia dan berkecukupan. Dengan metode fokus pada visi dan misi program pemerintah lima tahun ke depan.

Kata Erli hasyim, dimulai dari penataan pemerintah yang lebih baik dengan melahirkan pejabat yang amanah, pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam (SDA) seperti pertaniaan, perkebunan dan perikanan, membangun komunikasi politik dengan provinsi maupun pusat. Mendatangkan investor, termasuk merampungkan pembangunan jalan lingkar Simeulue dalam kurun tiga tahun ke depan.

Namun semua itu diakuinya tak semudah membalik telapak tangan,  butuh proses dan perencanaan. “Tak gampang, tapi itulah tugas kita pemerintah daerah untuk membangun iklim baru. Insya Allah, nanti akan ada investor yang datang untuk memproduksi tanaman jagung, ada juga biomas dan kaliandra yang akan kita swakelolahkan termasuk penanaman satu juta pohon kelapa yang sudah kita mulai,” ujar Erli Hasyim, Kamis, (1/2/2018).

Itu sebabnya ia menolak jika sejahtera yang digaungkan pemerintahannya hanya diukur hari ini. “Anak kecil saja harus merangkak dulu apalagi anggaran tahun ini sudah dibahas 2017 lalu. Kita punya RPJM juga sedang digodok,“ katanya.

Saat ditanya lebih spesifik seperti apa konsep sejahtera dan indikatornya? Jawab Politisi PBB itu; rabbana atina fiddunya hassanah wa fil akhiroti hasanah waqinnah adzabannar. Yaitu kebahagian. “Konsep sejahterah itu adalah konsep berkecukupan, tidak menjadikan masyarakat milioner. Terpenuhinya kebutuhan hidup dan biaya pendidikan anak, itu juga kebahagian. Jangan seperti anggota dewan, disaat ia memahami aspirasinya kurang, lalu dikatakan belum sejahterah,“ ucap Erli.***

Komentar

Loading...