Membungkus Kebohongan

Membungkus Kebohongan
Civimi.com

 MODUSACEH.CO | Crossword Puzzel atau teka-teki silang sudah biasa kita dengar dalam kehidupan masyarakat. Teka teki silang ini, berguna untuk mengasah otak bagi yang mengerjakannya.  Namun, itu bukan hanya dilakukan orang dewasa, tetapi juga remaja dan anak-anak dengan materi pelajaran. Ini sangat menguntungkan guru dalam melakukan metode pembelajaran.

Teka teki silang berfungsi dan berguna untuk membangun saraf-saraf otak yang memberi efek menyegarkan ingatan, sehingga fungsi kerja otak kembali optimal karena otak dibiasakan untuk terus menerus belajar dengan santai. Selain itu, metode ini juga dapat membuat seseorang atau siswa tidak cepat bosan dengan materi yang diajarkan guru.

Namun metode crossword puzzel atau teka-teki silang ini juga mempunyai kelemahan. Misal,  ketika jawaban salah, metode ini hanya bisa digunakan sebagai evaluasi di akhir materi pembelajaran.Tujuannya, untuk mengetahui sejauhmana pemahaman seseorang tentang materi yang ada. Karena itu, dituntut lebih berinovasi agar bisa menutupi kekurangan tersebut.

Salah satu cara untuk mengurangi kelemahan itu adalah, dengan memberi bonus huruf pada kotak jawaban mendatar maupun menurun. Bonus huruf ini dapat diletakan pada bagian depan, tengah maupun belakang pada kotak jawaban yang tersedia. Adanya bonus huruf ini, dapat memberi petunjuk dalam mengisi kotak jawaban karena sudah ada huruf yang harus tertera pada kotak jawaban itu.

Deskripsi umum tentang permainan crossword puzzle, lebih dititik-beratkan pada partisipasti aktif. Menurut Rinaldi Munir (2005), merupakan suatu permainan tempelate berbentuk segi empat, terdiri dari kotak-kotak berwana hitam putih, serta dilengkapi dua lajur, yaitu mendatar (kumpulan kotak yang berbentuk satu baris dan beberapa kolom) dan menurun (kumpulan kotak satu kolom dan beberapa baris).

Crossword puzzle, melibatkan partisipasi aktif setiap orang sejak kegiatan dimulai. Mereka diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental, tapi juga fisik. Dengan demikian, setiap orang akan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan.

Sebenarnya, bagi seorang pemimpin, baik Presiden, Gubernur maupun Bupati dan Walikota, crossword puzzle dapat dijadikan strategi pembelajaran untuk meninjau ulang (review) dari sejumlah misi, visi serta materi yang sudah disampaikan. Peninjauan ini berguna untuk memudahkan seseorang dalam mengingat-ingat kembali apa yang telah disampaikan. Sehingga, mampu mencapai tujuan baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik.

Nah, secara psikis, crossword puzzle juga berfungsi dan berguna untuk membangun saraf-saraf otak, yang memberi efek menyegarkan ingatan, sehingga fungsi kerja otak kembali optimal. Sebab,  otak dibiasakan untuk terus menerus belajar dengan santai. Karena belajar dengan santai inilah, dapat membuat seseorang (siswa) menjadi lebih paham dan mudah masuk dalam ingatan, sehingga tidak mudah lupa dengan materi yang sudah diajarkan.

Begitupun, ada juga keunggulan dan kelemahan crossword puzzle. Keunggulannya, karena lebih simpel untuk diajarkan, selain itu dapat melatih ketelitian atau kejelian seseorang dalam menjawab pertanyaan dan mengasah otak.

Sebaliknya, kelemahan crossword puzzel adalah, setiap metode pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kekurangan atau kelemahan dari metode pembelajaran crossword puzzel adalah, setiap jawaban teka-teki silang hurufnya ada yang berkesinambungan. Jadi, siswa merasa bingung apabila tidak bisa menjawab salah satu soal dan itu akan berpengaruh pada jawaban siswa yang hurufnya berkaitan dengan soal yang tidak bisa dijawab.

Lantas, bagaimana cara mengurangi kelemahan crossword puzzel?  Metode pembelajaran crossword puzzel dengan cara pemberian bonus huruf pada kotak jawaban, baik yang mendatar maupun yang menurun. Kondisi ini dapat mengurangi kesalahan dalam menjawab pertanyaan, karena sudah ada huruf yang ditentukan dalam kotak jawaban.

***

Sebagai individu maupun anggota atau pemimpin masyarakat, setiap orang pasti memiliki kepentingan. Namun, sadar atau tidak, tak selamanya kepentingan itu bisa dikomunikasi kepada orang lain melalui kata-kata apa adanya. Itu sebabnya, dalam kondisi dan situasi tertentu, ketika berkata jujur sudah tidak mungkin lagi dilakukan, berbohong adalah kata berikutnya. Jika tidak, urusan bisa jadi runyam.

Nah, pada saat seperti inilah, seseorang mendapat kesempatan untuk mengunakan potensi akal bulusnya dan bakat tipu muslihat yang selama ini terpendam. Untuk sampai pada apa yang disebut dengan hasil maksimal, tentu saja kebohongan mesti dilakukan secerdas dan secerdik mungkin, tetapi dan tentu harus culas.

Ini berarti,  apa yang kita lakukan tidak boleh melulu demi keuntungan diri sendiri, tapi juga demi kebaikan orang lain. Yang terpenting, tidak mesti merampas hak orang lain. Atau jika pun terpaksa merampas, selalu diusahakan jangan sampai orang lain merasa sedang dirampas haknya.

Prof J.A Barnes, seorang guru besar sosiologi dari Australian National University dalam bukunya; a pack of lies (sebungkus kebohongan) mengatakan. Setiap kebudayaan memiliki keunikan tersendiri dalam  mengelola persoalan bohong. Termasuk dimana dan kapan situasi yang tepat untuk berbohong.

Menariknya, Barnes dalam bukunya itu juga mengajarkan bagaimana menjadi seorang pembohong yang jujur, bisa menyakinkan orang lain agar tidak percaya bahwa seseorang itu sedang sedang berbohong. Disisi lain,  secara meta-analisis terhadap sejumlah penelitian yang dia lakukan tentang perilaku berbohong pada manusia di berbagai Negara, selain menjadi korban kebohongan dari orang lain, tanpa sadar sesungguhnya juga menjadi korban dari kebohongan diri sendiri.

Pertanyaannya kemudian, adakah pembahasan APBA-P 2017 yang sedang dibicarakan Pemerintah Aceh (eksekutif) dan DPR Aceh (legislatif), masuk dalam permainan crossword puzzel (teka-teki silang) yang terbungkus dengan a pack of lies atau sebungkus kebohongan? Simak kupasan tajam dan mendalam di Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH, Edisi Senin, 25 September 2017.***

 

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...