Melirik Standar Kompetensi Manajerial Calon Sekda Aceh (bagian satu)

Melirik Standar Kompetensi Manajerial Calon Sekda Aceh (bagian satu)
dok.MODUSACEH.CO
Sumber
Muhammad Saleh/Pimpinan Redaksi MODUSACEH.CO

Tahapan seleksi calon Sekdaprov Aceh berakhir sudah. Menurut Panitia Tim Seleksi yang dipimpin Prof. Dr. Abdi A Wahab, ada tiga nama dengan nilai tertinggi yaitu, M. Jafar, Taqwallah dan Kamaruddin Andalah. Selanjutnya disampaikan kepada Presiden RI di Jakarta, untuk mendapat persetujuan.

Nah, dari tiga nama tadi, hanya satu berasal dari birokrat karir yaitu, Kamaruddin Andalah, sementara Taqwallah adalah profesional berlatar belakang dokter umum. Karirnya diluar profesi dokter dimulai, saat menjadi salah satu deputy di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias. Berlanjut menjadi Kepala Dinas Kesehatan Aceh serta asisten di Pemerintah Aceh.

M. Jafar, akademisi Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, yang memulai karir di luar kampus sebagai Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. Berlanjut sebagai staf ahli Gubernur Aceh hingga menjadi asisten di Pemerintah Aceh.

Lepas dari perolehan nilai tertinggi tadi, ada beberapa pertimbangan kompetensi lain yang harus menjadi dasar untuk menetapkan dan memilih seorang Sekretaris Daerah. Misal, memiliki kemampuan perencanaan seperti menyusun visi, misi, nilai-nilai dan tujuan dari unit kerja atau organisasi.

Kedua, memiliki kemampuan analisis (memproyeksikan situasi/dampak jangka panjang dari suatu fenomena umum dari sudut pandang kepentingan organisasi). Ketiga, mampu berpikir konseptual (mengembangkan konsep baru, sesuai kebutuhan nyata organisasi kerja).

Keempat,  memiliki integritas (teladan dalam menerapkan nilai, norma dan etika organisasi pada segala situasi dan kondisi). Kelima, kepemimpinan (mengunakan strategi atau perilaku tertentu, yang dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan organisasi).

Keenam, membangun hubungan kerja (mengevaluasi bentuk kerjasama yang bersifat bilateral dan multilateral yang ada, dalam rangka memelihara efektifitas. Ketujuh, memiliki manajemen perubahaan ( mampu mengembangkan sistem nilai dan budaya organisasi, sesuai dengan kecenderungan tuntutan organisasi di masa depan.

Kedelapan, memiliki kemampuan manajemen konflik. Artinya, menumbuhkan kondisi yang kondusif, untuk berbagi pandangan yang terbuka dan objektif serta kreatif. Kesembilan, memiliki kemampuan untuk mengembangkan orang lain. Artinya, menjadi inspirasi bagi seluruh komponen sumber daya manusia dalam organisasi, untuk kemudian mampu mengembangkan diri sendiri secara mandiri.

Kesepuluh, mampu mengambil keputusan dalam kondisi tertentu. Ini bermakna, membuat keputusan strategis dan berdampak jangka panjang, didukung data/informasi yang komprehensif dan akurat. Kesebelas, seorang Sekda Aceh, harus memiliki komitmen terhadap organisasi. Maksudnya, melakukan berbagai upaya untuk menjaga citra organisasi.

Kedua belas, memiliki kemampuan lisan. Artinya, mampu mengarahkan orang lain untuk memahami maksud dari pembicaraan agar mendukung idenya. Ketiga belas, tanggap terhadap pengaruh budaya. Artinya, mampu menciptakan suasana interaksi setiap individu untuk bekerjasama dalam lingkungan internal organisasi dan lingkungan eksternal di masyarakat sehingga dirasakan keberadaanya secara positif.

Keempat belas, seorang Sekda, memiliki interaksi sosial yang baik. Maknanya, mampu memadukan perbedaan dengan membentuk kebiasaan baru, tanpa menghilangkan ciri kepribadian atau ada dari masing-masing. Kelima belas, inovasi. Seorang Sekda harus mampu mengadaptasi ide dan pemikiran untuk efektivitas organisasi.

Terakhir atau enam belas, seorang Sekda Aceh, harus terbebas dari berbagai indikasi terlibat atau melanggar hukum. Ini dimaksud, jangan saat atau ketika menjabat, kemudian terjerat hukum.

Inilah standar kompetensi manajerial seorang pegawai negeri sipil (PNS) untuk posisi pimpinan tinggi pratama atau setingkat Sekretaris Daerah (Sekda). Jadi, tak hanya tertumpu pada nilai tertinggi serta hasil tes psikologi serta kepangkatan.

Yang jadi soal, adakah tiga calon Sekda Provinsi Aceh yang diusulkan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah kepada Presiden RI tadi, memiliki nilai dan kemampuan tersebut? Hanya merekalah yang tahu, termasuk para tim seleksi. (selengkapnya baca edisi cetak, Senin, 14 Januari 2019).***

Komentar

Loading...