Diduga Tebarkan Fitnah dan Kebencian

Mawardi alias Mento Ditetapkan Sebagai Tersangka

Mawardi alias Mento Ditetapkan Sebagai Tersangka
dok.MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Tim penyidik Polresta Banda Aceh, akhirnya menetapkan Mawardi alias Mento, anggota Tim Utama Relawan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada 2017 lalu, sebagai tersangka kasus penistaan dan pencemaran nama baik.

“Benar, sejak 2 Agustus 2018 sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Dia kita jerat dengan UU ITE dengan ancaman empat tahun penjara,” kata Kapolresta Banda Aceh melalui  Kasat Reskrim, AKP M Taufiq pada media ini, Jumat (3/8/2018).

Kata Taufiq, penyidik Tipider Polisi Resort (Polres) Banda Aceh, telah meminta keterangan pemilik aku media sosial facebook Hendro Saky, Rabu (12/07/2018) dan memeriksa Mawardi alias Mento, anggota Tim Utama Relawan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada 2017 lalu, di Maporesta Banda Aceh, Keudah, Banda Aceh. Mawardi alias Mento diperiksa, terkait laporan Pimpinan Redaksi (Pimred) Tabloid MODUS ACEH, H. Muhammad Saleh, SE, atas komentar di facebook yang dianggap menebar fitnah dan kebencian.

Sebelumnya, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Trisno Riyanto,SH mengaku pihaknya telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi terhadap kasus tersebut. Termasuk, pemilik akun febook Mento atau berinisial Mawardi. “Sudah kita periksa pria yang dilaporkan itu berinisial M. Beberapa hari lalu juga telah kita periksa saksi-saksi,” ungkap Kombes Pol Trisno Riyanto pada media ini, di ruang kerjanya, Kamis (12/7/18).

Trisno Riyanto menjelaskan, hingga kini pihaknya masih memanggil M berstatus saksi. Sebab, materi yang menjadi laporan masih dimintai keterangan lebih lanjut. Baik pada pihak Polda Aceh maupun pada saksi ahli. “Saya sudah tandatangan tadi, surat panggilan kepada saksi ahli. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan menentukan apakah dilanjutkan pada tahap penyilidikan atau tidak, itu semua tergantung pada saksi-saksi ahli dan gelar kasus,” jelas Kapolresta Banda Aceh ini.

20180803-mento

Mawardi alias Mento (foto: dok. pribadi)

Sekedar mengulang, Pimpinan Redaksi (Pimred) Tabloid MODUS ACEH, H. Muhammad Saleh, SE melaporkan pemilik akun facebook Mento atau bernama asli Mawardi pada Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Banda Aceh, Senin (2/7/18) sore. Laporan itu terkait komentar Mento yang juga anggota Tim Utama Relawan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada 2017 lalu. Kecuali itu, Mento juga staf Darwati A.Gani saat masih menjadi anggota DPR Aceh. Dan, laporan itu diterima Bripka Kausar Nasution.

Berawal dari akun facebook Hendro Saky, seorang wartawan di Banda Aceh yang diunggah, 30 Juni 2018. Dalam unggahannya, Hendro Saky mengucapkan turut berduka atas musibah yang dialami Bang Saleh (Pimred MODUS ACEH), karena Kantor Redaksi MODUS ACEH telah dilempar bom oleh orang tak dikenal (OTK), Sabtu pagi, sekira pukul 4.00 WIB, Sabtu.

Lantas, Mento berkomentar dengan kata-kata: “buat bom sendiri, negbom sendiri. Kayak dulu2 jua...Kwkwkwkwkw,” tulis Mento dalam komentarnya. Lalu, sempat dibalas oleh Hendro dengan meminta agar Mento bersabar dan menunggu hasil kerja polisi (inafis) dan tidak menghakimi dengan menjunjung azas praduga tak bersalah. Tapi bukannya berhenti, Mento masih saja membalas kalimat Hendro.

Itu sebabnya, melalui surat bukti lapor Nomor LPB/409/VII/ YAN25/2018/SKPT dan berdasarkan laporan polisi nomor; LPB/409/VII/YAN25/2018/SKPT, tanggal 2 Juli 2018, Muhammad Saleh melaporkan Mento dengan perkara penistaan pencemaran nama baik melalui media sosial facebook. "Ini sudah bisa dikenakan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE)," kata seorang petugas polisi di Poltabes Banda Aceh, saat mendengar laporan Muhammad Saleh.

Menurut dia, pernyataan Mento di facebook itu tidak perlu terjadi, karena sangat tidak mendasar dan menganggu serta menghakimi kerja polisi. Sebab, belum sampai satu kali 24 jam kejadian peletakkan bom di Kantor Redaksi Tabloid MODUS ACEH, dia sudah berkomentar seperti itu. "Harusnya dia berkaca pada peristiwa bom gereja Surabaya. Ada sejumlah warga yang terpaksa berurusan dengan polisi dari mengunggah sejumlah komentar di media sosial sehingga diproses hukum. Begitupun, kita lihat saja dulu, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama kasus ini akan segera diproses," ujarnya.***

Komentar

Loading...