Diduga Ada Lapak Lain

Mau Janda atau Bawah Umur, Mucikari Dapat Laba Rp 100 Ribu

Mau Janda atau Bawah Umur, Mucikari Dapat Laba Rp 100 Ribu
Mucikari/Foto Juli Saidi

Meulaboh | Tarif bisnis pemuas nafsu hidung belang, diakui tersangka, Eka dan Herwin pada wartawan di Mapolres Aceh Barat, Senin (19/03/2018), jumlahnya berbeda. Untuk perempuan bawah umur, tarif yang diterima penyedia jasa untuk berhubungan badan, Rp 300 ribu dan untuk penyedia tempat Rp 100 ribu. Bagi perempuan sudah dewasa, tarifnya Rp 200 ribu dan Rp 100 untuk mucikari. “Dia yang tentukan, untuk dia Rp 300 untuk kami Rp 100. Kami menyediakan tempat saja. Kalau lain Rp 200, kami seratus,” kata Eka pada wartawan.

Eka menyebutkan, bisnis pemuas nafsu itu bukan hanya anak bawah umur saja, tapi ada juga dua janda. Namun, mereka sudah pulang kampung. Sementara tarifnya, untuk perempuan bawah umur sebut saja Keong, dia sendiri yang menentukan tarifnya.  Perempuan bawah umur itu juga tidak bisa setiap hari. “Tidak bisa setiap hari, bagaimana maunya dia,” kata Eka, Senin (19/03).

Baca: Bisnis Pelacuran Bawah Umur Pasutri Terungkap

Lalu, Keong bertemu dengan Mucikari dan  diakui Eka dibawa oleh kawan Keong. Bisnis tersebut sebut Eka belum sampai satu tahun. “Nanti orang cari kawan-kawan, orang bawah umur ini dibawa sama kawannya,” ujarnya.

Eka membuka usaha tersebut di rumah kontrakan di Jalan Beringin Jaya, Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh, penyedia jasa pemuas nafsu hidung belang tidak dirayu. “Kami tidak merayu, mereka minta sendiri,” katanya.

Lanjutnya, bisnis bejat tersebut dilakukan sebagai penyedia tempat, karena alasan suaminya Herwin tidak punya pekerjaan sudah tiga tahun. “Suami sudah tiga tahun nganggur,” sebutnya. Ironisnya, dari pengakuan tersangka, selain tempatnya juga ada tempat lain. Diduga yang buka usaha sama ini, dipimpin seorang perempuan janda. “Ada tempat lain,” ujarnya. Sementara itu, Kasat Reskrim Aceh Barat AKP Fitriadi mengatakan, tersangka dikenakan Pasal 76i Jo Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak.

Itu sebabnya, mucikari terancam hukuman penjara 10 tahun. Dengan ancaman hukumannya 10 tahun dendanya sekitar 200 juta,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Barat AKP Fitriadi, Senin (19/03).***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...