Terkait Penataan Simpang Tujuh

Masyarakat Ulee Kareng Tagih Janji Pemko Banda Aceh

Masyarakat Ulee Kareng Tagih Janji Pemko Banda Aceh
Kanal Aceh
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Masyarakat Gampong Ulee Kareng, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh menagih janji Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, terkait penataan Simpang Tujuh, di kawasan tersebut.

“Kami selalu dijanjikan untuk ada penataan Simpang Tujuh. Namun, tahun berganti tahun, keadaan masih saja seperti ini. Simpang Tujuh sangat semrawut. Dan, sering terjadi kecelakaan disini,” ungkap Nanda (25), warga setempat pada media ini, Selasa (2/10/18).

Menurut Nanda, selain sering terjadi kecelakaan, di kawasan tersebut juga sering terjadi kemacetan. Apalagi, diwaktu-waktu sibuk, pagi hari dan menjelang berakhirnya aktifitas kantor sekira pukul 17.00 WIB.

“Dengan tidak ada penataan simpang tersebut. Akibat tidak ada peraturan lalu lintas,  membuat pengguna jalan, dengan bebas mengemudi sesuka hati,” ungkapnya.

Pada media ini dia mengharapkan. "Pemko dan DPRK  Banda Aceh untuk segera merealisasikan penataan Simpang Tujuh. Sehingga, angka kecelakaan dapat berkurang dan kemacetanpun dapat diatasi,” harapnya.

Sebelumnya pihak  Pemko Banda Aceh, pada tahun 2015 telah menyelengarakan Focus Group Discussion (FGD), dengan memanggil seluruh stakeholder. Untuk membahas,  Mengenai penataan kawasan simpang Tujuh Ulee Kareng. Kemudian berdasarkan, RTBL telah di buat pada tahun 2017, desain bundaran yang akan di bangun, dipadukan dengan konsep kopi, yang sudah menjadi ikon daerah Ulee Kareng. Seleruh pelaksaan kegiatan, sumber dananya berasal dari APBN, melalui satuan kerja penataan bangunan dan lingkungan (satker PBL) Provinsi Aceh.***

 

Komentar

Loading...