Breaking News

Paska Keributan di Depan Lapas Kota Idi

Masrifa Lapor Balik Martini, Anggota DPR Aceh

Masrifa Lapor Balik Martini, Anggota DPR Aceh
Masryfa yang didampingi kuasa hukumnya. (Foto: Mahyuddin)

Aceh Timur | Muhammad Zubir dan Indra Kusmeran dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Timur, menjadi kuasa hukum Masrifa si pemilik Akun Facebook Fortuna Ryfa. Itu sebabnya, dia membantah bahwa kliennya telah menyerang Martini, anggota DPRA dari Partai Aceh (PA) secara sepihak. Menurutnya, yang terjadi justru terjadi perkelahian di antara Masrifa dan Martini, saat di depan Rutan Kota Idi beberapa waktu lalu.

Itu disampaikan Muhammad Zubir dan Indra Kusmeran kepada sejumlah wartawan saat konferensi pers yang digelar pada salah satu kafe di Kota Idi Rayeuk,Senin sore (7/1/2019).

"Itu bukan penganiayaan murni, tetapi saling serang atau berantem, dalam kasus ini duel. Penyebabnya sudah lama terkait masalah keluarga, sebelumnya pernah didamaikan. Saudari Martini pernah dekat dengan suami ibu Ryfa sehingga gejolak, namun pernah dibuat perdamaian oleh pihak Desa Uteun Dama Kecamatan Peureulak," kata Muhammad Zubir kepada wartawan. Senin (7/1/2019).

Lebih lanjut Zubir mengatakan. Sebenarnya perselisihan tersebut sudah damai di bulan Agustus 2018 lalu, juga ada surat perjanjian yang telah dibuat. Namun dianggap butir-butir kesepakatan yang telah disepakati tersebut ada yang telah dilanggar.

"Pelanggarannya adalah tidak lagi berjumpa dengan suami saya, karena melanggar perjanjian dan ia tidak datang menandatangani surat tersebut sehingga saya curiga kenapa dia tidak mau tanda tanganinya pada bulan Agustus 2018 lalu. Jadi pada malam kejadian, mobilnya itu berhenti di depan mie Barcelona. Saya melihat beriringan dengan mobil suami saya. Saya memantau suami saya masuk ke halaman LP. Kalau memang mengurus surat kenapa tidak ada satupun yang keluar dari mobil. Saat itu suami saya mamegang pintu mobil, di situ saya pegang suami saya dan saya tanya abang mau kemana," kata Masrifa yang didampingi kuasa hukumnya.

Ia menambahkan, saat ia kelilingi mobil dan menyuruh membukakan kaca tidak ada yang mau melakukan sehingga kecurigaannya semakin besar. "Saya tanya siapa di dalam, saat itu kelihatan ada Martini di belakang. Kemudian Martini keluar mobil dan dia nyerang saya dan saya membalas kemudian kami berantem. Jadi, bukan melakukan penganiayaan sepihak," sebut Masrifa.

Sementara itu kuasa hukumnya Masrifa juga mengatakan. Persoalan tersebut juga telah dilaporkan kepada jajaran Kepolisian setempat, dan telah diterima oleh penyidik Polres Aceh Timur dengan Nomor: BL/03/1/2019/SPKT, tertanggal 7 Januari 2019. "Karena Martini sudah duluan buat laporan kepada klien kami, maka hari ini kami lapor balik ke polisi. Namun kami juga akan membuka ruang bila permasalahan ini ditempuh dengan jalur kekeluargaan," ujar Muhammad Zubir.

Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Erwin Satrio Wilogo saat dihubungi MODUSACEH.CO membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan balik dari Masrifa yang didampingi kuasa hukumnya, Senin (7/1/2018) sore. "Ia benar kita udah menerima laporan Ryfa yang didampingi pengacaranya," jawab Erwin Satrio Wilogo.

Sementara itu saat dihubungi terpisah oleh MODUSACEH.CO terkait kasus yang menimpanya itu, anggota DPRA Martini mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menempuh jalur hukum, namun sebelumnya ia mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan lembaganya. "Kami akan tetap menempuh jalur hukum, sebelumnya kami koordinasi dulu dengan lembaga kami," sebut Martini kepada MODUSACEH.CO. Lembaga yang dimaksud Martini adalah, DPR Aceh dan Partai Aceh.***

Komentar

Loading...