Breaking News

Masjid Tua Gunong Kleng, Tak Berubah Sejak Pertama Dibangun

Masjid Tua Gunong Kleng, Tak Berubah Sejak Pertama Dibangun
Masjid Tua Gulong Kleng (Foto: Aidil Firmansyah)

Meulaboh | Masjid berdinding papan, berukuran 12 meter persegi  ini, letaknya tak jauh dari jalan Nasional Meulaboh-Tapak Tuan. Jika Anda dari arah Banda Aceh, persis dipersimpangan Alue Penyareng menuju Kampus Universitas Teuku Umar (UTU), menolehlah ke kanan, searah mata memandang, Anda melihat bangunan masjid tua itu.

Memang, sekilas tak ada yang menarik, apalagi disampingnya telah berdiri bangunan yang dibangun lebih megah. Itulah Masjid Tua Gulong Kleng. Masjid ini dibangun tahun 1927 dan hanya berjarak sekitar 400 meter. Meski berukuran kecil, konstruksi bangunan dengan 5 kubah menjadi ciri khas masjid tersebut.

Bagi warga Desa Gunong Kleng, Kecamatan Mereubo, Kabupaten Aceh Barat, masjid ini begitu istimewa, lantaran menyimpan berbagai sejarah. Meski telah dibangun baru dengan ukuran lebih besar, namun bangunan lama itu tetap dibiarkan berdiri kokoh.

Ketika masuk ke dalam masjid, terdapat satu tiang tengah penyangah yang masih kokoh. Bahannya dari jenis kayu ketapang, dan satu mimbar kutbah yang dibangun permanen. Sementara dinding masjid yang berkonstruksi beton ini hanya 60 sentimeter saja, selebihnya terbuat dari papan.

Kondisinya masih sama sejak pertama dibangun dan belum mengalami perubahan bentuk sedikitpun. Mungkin berbeda dengan masjid-masjid tua lainnya yang ada di Aceh Barat, yang telah mengalami rehabilitas maksimal.

Norman (82), warga setempat yang kini mejabat sebagai Imum Mukim Mereubo bercerita tentang berdirinya masjid tersebut. Dulu, dirinya ketika masih berumur 20 tahun sering melantunkan azan dari menara masjid tanpa menggunakan mikrofon. Bangunan itu pada masanya menjadi yang termegah. Sementara rumah warga masih begitu tradisional.

“Masjid ini dibangun oleh generasi keempat Gunong Kleng, karena daerah ini menjadi wilayah sentral singgah para pejalan kaki, maka berfikirlah dibangun masjid untuk bisa dijadikan sebagai rumah ibadah dan  tempat singgah sejenak bagi pejalan kaki yang melintas,”  kata Norman, Jumat, 10 Mei 2019. (selengkapnya simak edisi cetak, beredar Rabu pekan depan).***

Komentar

Loading...