Breaking News

Masih Persoalan Debu Batu Bara, Masyarakat Tak Bosan Perjuangkan Hak

Masih Persoalan Debu Batu Bara, Masyarakat Tak Bosan Perjuangkan Hak
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Setelah Bupati Nagan Raya H. M. Jamin Idham, SE turun langsung ke Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Rabu (12/09/2018), melihat langsung persoalan dugaan cemaran debu di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan pelabuhan batu bara PT. Mifa Bersaudara.

Hari ini, giliran masyarakat dari Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat mendatangi wakil rakyat setempat. Kamis siang, (13/09/2018), sembilan warga masyarakat melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Ramli, SE. Mereka berasal dari Desa Peunaga Cut Ujong, Aceh Barat dan tiga dari Desa Suak Puntong, Nagan Raya. Pertemuan itu difasilitasi Koordinator GeRAK Aceh Barat Edy Syah Putra bersama Ketua DPRK setempat, didamping Sekretaris Dewan (Sekwan) Aceh Barat. Kehadiran warga itu, untuk memperjuangkan hak mereka.

Itu sebabnya kata Edy Syah Putra, wakil rakyat ini akan menyurati kembali pimpinan atau Direktur PT. Mifa Bersaudara terhadap persoalan yang dikeluhkan masyarakat, terutama dugaan debu.

Menurut Edy, upaya yang sudah dilakukan DPRK, seperti sudah menyurati Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh. “DPRK sudah menyurati ESDM Provinsi atas persoalan tersebut, namun hingga kini tidak ada balasan atas surat yang dikirimkan DPRK Aceh Barat,” kata Edy Syah Putra.

Begitupun jelas Edy, dari pertemuan tadi DPRK Aceh Barat tetap mendorong agar persoalan itu dapat segera ditangani perusahaan dan pemerintah. “DPRK Aceh Barat bukanlah lembaga eksekutor yang kemudian dapat segera mengambil keputusan,” katanya.

Namun ungkap koordinator GeRAK Aceh Barat, berdasarkan pengakuan pimpinan dewan saat pertemuan dengan masyarakat, wakil rakyat itu akan menyurati kembali perusahaan dan juga warga Desa Peunaga Cut Ujong. Tujuannya, membahas persoalan debu yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Selain itu, pada pertemuan warga Peunaga Cut Ujong Baharuddin, Ketua DPRK Aceh Barat mengakui bahwa sebagian rumah warga Peunaga Cut Ujong sudah dilakukan pendataan oleh perusahaan. “Baik tanah dan bangunan rumah, namun tidak menyeluruh dan kita juga bingung dengan kondisi tersebut,” ujar Edy menceritakan pengakuan masyarakat dalam pertemuan dengan dewan, hari ini.

Bahkan jelas Edy, pendataan dimaksud apakah diketahui Pemerintah Aceh Barat atau tidak. “Kita juga bingung apakah Pemkab tahu persoalan ini (pendataan) atau tidak, dan selama ini ada klaim bahwa debu batubara tidak menjadi masalah bagi warga desa yang diakibatkan beroperasinya stockpile batubara milik PT Mifa Bersaudara,” ujarnya.

Padahal sebut Edy, jarak rumah masyarakat dengan timbunan batu bara milik PT. Mifa Bersaudara sangat dekat. Bahkan hanya puluhan meter dengan lokasi pengelolaan batubara tersebut. “Kami perlu kejelasan soal ini,” kata Edy meniru pengakuan Baharuddin.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...