Iklan Ucapan Selamat Puasa Ramadhan
Iklan TRH sambut Puasa Ramadhan 1439

Diduga Mencuri Buah Sawit

Mantan Manager PT. Dwi Kencana Semesta Jadi Tersangka

Mantan Manager PT. Dwi Kencana Semesta Jadi Tersangka
Kasat Reskrim AKP. Erwin Satrio Wilogo.SH.S.I.K.MSi (tribratanewspolresacehtimur.com)

Aceh Timur | Teka-teki siapa pelaku pencurian sekitar lima ton sawit, tandan buah segar (TBS), milik PT Makmur Inti Bersaudara, 23 April 2018 lalu terungkap sudah. Tim penyidik Polres Aceh Timur akhirnya menetapkan Hasanuddin (HS), mantan manager PT. Dwi Kencana Semesta sebagai tersangka.

“Benar kita sudah tetapkan HS sebagai tersangka. Dia sempat ditahan dan akhirnya ditangguhkan atas permohonan dan jaminan keluarga,” kata Kapolres Aceh Timur Wahyu Kuncoro.S.I.K, melalui Kasat Reskrim AKP. Erwin Satrio Wilogo.SH.S.I.K.MSi pada media ini melalui telpon seluler, Kamis (17/5/2018).

20180517-pengangkut-sawit-curian

Sebelumnya atau sekira pukul 01.00 WIB, Minggu dini hari, 23 April 2018. Tim penyidik dari Polres Aceh Timur, menangkap dua unit jonder serta sekira lima ton (TBS) di Gampong Blang Rambong. Diduga, aksi ini atas perintah mantan manager PT Dwi Kencana Semesta, Hasanuddin. Barang bukti dari peristiwa itu dititipkan pada Polsek Banda Aceh.

Kapolsek Banda Alam Iptu Zainur membenarkan adanya titipan barang bukti tadi. Termasuk Hasanuddin. “Benar, saya yang mengangkut sawit tersebut,” kata Hasanuddin, saat dikonfirmasi media ini tiga pekan lalu. Begitupun, Hasanuddin tak bersedia memberi keterangan lebih lanjut. Alasannya, dia minta media ini untuk turun ke lokasi. “Ke Idi saja, biar saya jelaskan semuanya,” sebutnya berulang kali.

Nah, itu sebabnya, setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan barang bukti, penyidik Polres Aceh Timur, 14 Mei 2018, menetapkan Hasanuddin sebagai tersangka kasus pencurian. “Karena tersangka telah melanggar Pasal 362 tentang pencurian, dan tersangka sempat ditahan, kemudian ditangguhkan atas jaminan keluarga. Tersangka dapat diancam dengan hukuman lima tahun penjara,” ujar  AKP. Erwin Satrio Wilogo.

Memang, sejak dinyatakan pailit, perkebunan kepala sawit PT. Dwi Kencana Semesta di IDI, Kabupaten Aceh Timur, telah beralih kepemilikan, menjadi milik PT. Makmur Inti Bersaudara. Ini sesuai dengan Surat Penetapan Pengadilan Negeri Kelas 1-A Medan No.06/Pdt.Sus-Pailit/PN Niaga Medan, tanggal 21 Maret 2018.

Itu sebabnya, sejak pengalihan kepemilikan tadi, maka seluruh aset dan tata kelola kebun, sepenuhnya menjadi hak dan milik PT. Makmur Inti Bersaudara. "Sejak menerima surat penetapan Pengadilan Negeri Kelas 1-A Medan, 21 Maret 2018, perusahaan perkebunan Sawit PT. Dwi Kencana Semesta sudah beralih kepemilikan kepada PT. Makmur Inti Bersaudara," tegas Alexander Leonardo Siagian, perwakilan PT. Makmur Inti Bersaudara pada media ini, Kamis, 12 April 2018 di ruang kerjanya.

Menurut Alex, adapun aset PT. Dwi Kencana Semesta yang telah menjadi kepemilikan PT. Makmur Inti Bersaudara berupa tiga bidang tanah/kebun sawit dalam satu hamparan/satu kesatuan, berikut bangunan beserta sarana dan prasarana lainnya/segala sesuatu yang berada di atasnya.

Selain itu, Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) Nomor: 98/Desa Alue Minyeuk/Alue Muedang dan SHGU No 100/Desa Jambo Reuhat dan Seunebok Bayu yang dijaminkan kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, serta SHGU No 144/Desa Seunebok Bayu yang berlokasi di Aceh Timur, dengan total luas 6.775,99 Ha, sudah terjual kepada PT Makmur Inti Bersaudara sejak 21 Maret 2018. “PT Makmur Inti Bersaudara, merupakan pembeli dan penawar dengan harga terbaik yang terpilih," terang Alex.

Karena itu, segala wewenang penjagaan, pengelolaan dan pemeliharaan atas nama aset PT. Dwi Kencana Semesta, beralih kepada PT. Makmur Inti Bersaudara sebagai pemilik baru yang sah, "tegas Alex. Begitupun, saat penataan manajemen baru oleh PT Makmur Inti Bersaudara, terkesan ada usaha untuk menghalang-halangi dari Hasanuddin, manager lama PT. Dwi Kencana Semesta. Misal, mengelola hasil kebun secara sepihak dan pengelolaan keuangan yang tidak jelas.

Padahal, seluruh pertanggungjawaban atas keuangan dari hasil penjualan sebelum peralihan, tanggal 21 Maret 2018, tentu saja menjadi tanggungan jawab Hasanuddin selaku pihak yg memperjualbelikan tandan buah segar (TBS) milik PT Dwi Kencana Semesta.***

 

Komentar

Loading...