Mantan Kombatan Idi Pertanyakan Pendataan BRA

Mantan Kombatan Idi Pertanyakan Pendataan BRA
Mantan Kombatan Daerah Idi, Mukhlis alias Safrina
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Ilyas Ismail, Aceh Timur

IDI | Mukhlis alias Safrina (35), mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah Idi, Kabupaten Aceh Timur, pertanyakan tentang eksistensi dan pendataan mantan kombatan yang dilakukan pihak Badan Reintegrasi Aceh (BRA) dalam sepekan terakhir. 

Kepada MODUSACEH.CO, Senin (14/7/2017), dia mempertanyakan untuk apa pendataan dan pengumpulan KTP mantan kombatan dilakukan BRA. “Untuk apa KTP dan data lengkap kami dikumpulkan BRA? Apakah hanya untuk sekedar mendata atau ada bantuan yang akan disalurkan kepada mantan kombatan,” tanya Mukhlis.

Sambung Mukhlis, jika pendataan KTP kali ini untuk kepentingan kesejahteraan mantan kombatan, dirinya sangat mendukung langkah BRA. “Kita sangat mendukung terhadap kinerja BRA. Tapi, jika pendataan ini hanya untuk kepentingan politik, atau hanya sekedar basa–basi saja, lebih baik jangan dilakukan pendataan, enteuk data geutanyoe iboh lam tong broh keupue teuma (nanti data kita dibuang dalam tong  sampah untuk apa),” ujarnya. 

Harapannya, pendataan mantan kombatan saat ini benar-benar dipergunakan untuk keperluan penyaluran bantuan untuk peningkatan  perekonomian mantan kombatan oleh pihak BRA. “Semoga saja Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dapat mengucurkan program kesejahteraan kombatan melalui BRA dan pendataan ini bermanfaat,” harap Safrina. 

Lanjutnya, sepengetahuan dirinya, pendataan mantan kombatan GAM di Aceh, telah berulang kali dilakukan, sejak Aceh damai pasca MoU Helsinky telah ada pendataan. Namun hasilnya sampai  hari ini belum ada langkah yang diambil Pemerintah Aceh untuk kesejahteraan mantan kombatan GAM. “Harapan kami dengan pendataan kali ini, Pemerintah Aceh juga harus membuat pengadaan bantuan modal kerja melalui BRA kepada seluruh mantan kombatan yang ada di Aceh,” ujar Safrina. 

Ketua BRA Kabupaten Aceh Timur, Tgk Ahmadi Mustafa, saat dihubungi MODUSACEH.CO, melalui selulernya mengatakan. Pendataan terhadap mantan kombatan yang dilakukan pihaknya, berdasarkan perintah dari BRA Pusat di Banda Aceh. “Ini merupakan pendataan ulang mantan kombatan secara lengkap dan aktual. Dalam pendataan ini dirincikan semua tentang data kombatan yang sangat lengkap, termasuk data bantuan yang pernah diterima, data jumlah anggota keluarga dan data lainya,” kata Tgk Ahmadi Mustafa. 

Namun, pihaknya tidak mengetahui apa maksud dan tujuan dari pendataan ini. “Apakah untuk penyaluran bantuan atau lainya, kita belum tahu, yang kita data saat ini sesuai dengan perintah dari BRA Pusat,” jawab Tgk Ahmadi singkat.***

Komentar

Loading...