Terkait Pelayanan Kesehatan

Mantan Ketua Pengawas Pelaksanaan JKA Rustam Effendi: Audit Biaya Klaim Rumah Sakit di Aceh

Mantan Ketua Pengawas Pelaksanaan JKA Rustam Effendi: Audit Biaya Klaim Rumah Sakit di Aceh
Rustam Effendi/MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Mantan Ketua Tim Pengawas Pelaksana Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) Rustam Effendi meminta agar biaya klaim rumah sakit di Aceh ke Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk dilakukan audit ulang oleh auditor independen. “Menurut saya mesti diaudit ulang biaya klaim rumah sakit ke BPJS Kesehatan,” kata Rustam Effendi, di Banda Aceh, Kamis (01/06/2017). Permintaan akademisi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh ini punya alasan kuat. Menurut Rustam Effendi, berdasarkan grafis yang dimuat Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH Edisi 07/TH 29 Mei-4 Juni 2017, biaya klaim rumah sakit ke BPJS Kesehatan, terjadi peningkatan yang luar biasa.

Bahkan kata Rustam Effendi, peningkatan biaya klaim rumah sakit ke BPJS Kesehatan  itu meningkat setelah JKA atau JKRA terintegrasi dalam BPJS sejak 2014 lalu. Rustam mencontohkan pada 2015. Dari pagu anggaran asuransi kesehatan masyarakat yang disediakan Pemerintah Aceh dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Rp 463 miliar lebih. Nah, dari jumlah anggaran tersebut, realisasi Pemerintah Aceh ke BPJS Kesehatan Rp 438 miliar. Sedangkan realisasi BPJS Kesehatan terhadap  fasilitas rumah sakit atau dari klaim rumah sakit meningkat senilai Rp 786 miliar. “Melonjak pembayaran BPJS Kesehatan ke rumah-rumah sakit, inilah yang perlu diaudit oleh auditor independen,” kata Rustam Effendi.

Bukan hanya itu, dari amatan mantan Ketua Tim Pengawas Pelaksana JKA era pemerintahan Irwandi Yusuf itu, diduga selama ini komite medik juga tidak melakukan pengawasan secara optimal. Bahkan, tim pengawas pelaksanaan Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) juga tidak ada lagi.  Padahal, kata Rustam Effendi jika dilihat dari pengalaman klaim JKA dari pihak rumah sakit kepada pemerintah daerah, ada indikasi mark up (pengelembungan). “Maka penting dilakukan audit terhadap klaim biaya kesehatan yang diajukan pihak rumah sakit,” ujar Rustam Effendi.***

Komentar

Loading...