Mantan Ketua KNPI Depok Jadi Eks Kombatan ISIS dan Minta Pulang ke Indonesia

Mantan Ketua KNPI Depok Jadi Eks Kombatan ISIS dan Minta Pulang ke Indonesia
Agustian Hermawan, mantan Ketua KNPI Depok yang bergabung dengan ISIS (Foto: google.com)
Penulis
Rubrik
Sumber
viva.co.id

Jakarta | Kementerian Luar Negeri RI angkat bicara soal kabar adanya puluhan warga negara Indonesia (WNI) eks kombatan ISIS, yang saat ini menyatakan ingin kembali ke Indonesia. Pemerintah menilai perlu verifikasi dan proses panjang untuk mengambil keputusan apakah mereka diperbolehkan kembali atau tidak ke Indonesia. 

Sejak beberapa tahun terakhir, situasi di Suriah sangat tidak memungkinkan untuk memperoleh data dan informasi yang akurat tentang jumlah WNI. Namun sejak tahun 2012 sampai 2016, sudah ada sebagian besar WNI yang keluar dari Suriah.

"Memang kami deteksi ada yang masuk secara ilegal ke Suriah terkait WNI yang diduga terlibat dalam konteks mendukung ISIS," kata juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir di Jakarta, Kamis 28 Maret 2019.

"Tentunya sebagian besar dari mereka saat ke sana sudah tidak memiliki dokumen resmi. Oleh karena itu kami harus melakukan berbagai tahap sebelum bisa memastikan apakah kita bisa memberikan pelayanan kepada mereka sebagai WNI," ujarnya.

Arrmanatha menjelaskan, yang pertama yang harus dilakukan adalah verifikasi apakah para eks kombatan tersebut masih merupakan WNI. Proses itu pun melibatkan berbagai pihak seperti Kemlu, BNPT, Kepolisian RI, dan BIN.

"Pertama mereka diverifikasi dulu kewarganegaraannya. Kedua setelah verifikasi, kita lalu melakukan analisis kembali untuk proses deradikalisasi. Ada berbagai tahap yang dilakukan yang memang sangat panjang dan dari situlah baru kami bisa menentukan apakah bisa kembali atau tidak," ujar Arrmanatha.

Sebelumnya diberitakan sebagian WNI ditemukan di antara ribuan militan asing ISIS menyatakan ingin kembali ke Indonesia. Salah satunya Agustian Hermawan, mantan Ketua KNPI Depok yang bergabung dengan ISIS. Hingga Februari sudah 217 WNI yang ditangkap diluar negeri karena diduga bergabung dengan ISIS.  Di antara mereka terdapat puluhan anak dan perempuan yang saat ini berada di kamp pengungsi di Al-Hol, Suriah timur. Mereka sebelumnya berada di Baghuz, kantong terakhir kelompok ISIS yang direbut Pasukan Demokratis Suriah.***

Komentar

Loading...