Breaking News

Diduga Ambil Untung Hingga 10 Kali Lipat

Mantan Camat di Bireuen Dilapor ke Polda Aceh

Mantan Camat di Bireuen Dilapor ke Polda Aceh
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sejumlah warga Gampong Jangka Masjid, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen melaporkan dugaan penipuan dalam jual beli tanah wakaf. Diduga dilakukan oknum mantan Camat Jangka berinisial MN. Laporan itu diterima Agus, di ruang penyidik Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Aceh, Lingke, Banda Aceh Selasa (5/6/18) siang.


Mendampingi warganya, Geuchik (kepala desa) Jangka Masjid Yuhani mengatakan. Kasus ini bermula 2015 lalu, ketika Dinas Perikanan dan Kelauatan Bireuen mengganggarkan dana hingga Rp 5 miliar lebih, untuk pembebasan tanah guna membangun dermaga di Gampong mereka. Saat itu, MN mendatangi pemilik tanah dan pemegang tanah wakaf, meminta untuk dijual pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen.


“Namun dalam prakteknya, tanah itu dibeli atas nama RH yang namanya muncul kemudian dengan harga Rp 20 ribu per meter dan di jual pada Pemkab Bireuen hingga sepuluh kali lipat atau Rp 200 ribu per meter. Malah, saat diminta untuk dibeli oknum camat (MN) mendatangi dan mengancam pemilik tanah, jika tidak dijual akan diambil paksa oleh Pemkab Bireuen,” jelas Yuhani didampingi Imam Masjid Gampong Jangka Masjid M. Ali Abdullah dan Abu Laot A. Bakar Jalis.


Dalam pembebasan lahan yang semula merupakan tambak warga itu, RH juga membeli tanah wakaf Gampong pada M. Ali Abdullah dengan luas sekitar 8 ribu meter lebih tanpa diketahui khalayak ramai. Begitupun, dalam perjalanannya, buku rekening Bank Aceh sebagai tempat tranfer hasil penjualan tanah wakaf hingga kini masih dikuasai RH. Lantas, apakah RH bermain sendiri atau ada pihak-pihak lain yang terlibat. Simak di Tabloid MODUS ACEH edisi cetak, terbit Senin pekan depan (11 Juli 2018).***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...