Sehubungan Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 2018, Tabloid MODUS ACEH Tidak Terbit, Senin, 20 Agustus 2018. Terbit Kembali 27 Agustus 2018. Redaksi.

Makalah Uji Coba Nuklir Karya Mahasiswa Indonesia Raih Juara 1 di Turki

Makalah Uji Coba Nuklir Karya Mahasiswa Indonesia Raih Juara 1 di Turki
(Dok Unair)
Penulis
Sumber
okezone.com

JAKARTA | Moh. Wahyu Syafi’ul Mubarok, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) sukses meraih juara satu dalam Ajang Olimpiade Karya Tulis Ilmiah dan Simposium Internasional yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Turki.

Symposium tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara seperti, Malaysia, Mesir, Afrika, Turki, dan Indonesia yang kuliah di Turki.

36 judul makalah lainnya berhasil disisihkan Moh. Wahyu Syafi’ul Mubarok. Ia dan dua rekannya, yakni Nindya Kharisma Cahyaningtyas dari Universitas Indonesia, dan Tiara Puspita dari Eskisehir Osmangazi University diberi kesempatan untuk mempresentasikan makalah tersebut di Baglarbasi Cultural Center, Istanbul, Turki.

“Senang dan masih enggak percaya mendapatkan juara I” ungkap Wahyu seperti dilansir dari laman Unair, Minggu (11/2/2018). Makalah Wahyu yang berjudul Uji Coba Nuklir Turki di Pulau Terluar Indonesia berisi tentang kerja sama penggunaan energi nuklir antar Indonesia-Turki mengenai pemenuhan energi di masa mendatang. Penggunaan energi nuklir tersebut dilihat dari aspek SDM, SDA, kebijakan pemerintah Indonesia dan Turki, serta mega proyek Tiongkok, one belt one road.

“Tujuan besar kerjasama itu adalah kedaulatan pulau di Indonesia dengan landasan poros maritim 2020. Sedang bagi Turki, dapat memenuhi cita-cita Turki tahun 2023 di bidang energi,” tutur Wahyu.

Meski hanya seminggu berada di Turki, tetapi wahyu memanfaatkan waktunya dengan baik. Ia mempelajari banyak hal baru di sana, salah satunya adalah menjadi penyiar di Radio SES 92,7, sebuah radio milik pemerintah Turki. Wahyu menceritakan pengalaman dan prosesnya bisa meraih juara satu dalam olimpiade karya tulis ilmiah tersebut serta menjelaskan tentang ide pembuatan makalahnya.

Selain itu, Wahyu juga berkesempatan mengunjungi banyak tempat di Turki. Ia berkeliling kota Istanbul dan mendatangi kompleks Hagia Sophia, Taksim, Galata Tower, Bosphorus Tour, Basilica Cistern, Süleymaniye, juga beberapa universitas di Istanbul.

“Kami juga diajak ke Bolu, kota kecil di antara Istanbul dan Ankara, untuk lihat salju tebal di Bukit Golcuk. Kemudian ke Ankara, ke KBRI Ankara, sampai ke Anitkabir (makam Ataturk),” cerita Wahyu.

Wahyu juga merasakan bagaimana suka duka mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di turki. “This is my first time ke luar negeri. Di samping cita rasa masakan Turki yang aneh, Turki menawarkan kesan akan keagungan sejarah yang masyhur sepanjang zaman, dan layak untuk dijelajahi sekali sebelum mati,” tambahnya.***

Komentar

Loading...