Mahasiswa Teliti Merica Hitam sebagai Obat Pencegah Kanker, Kok Bisa?

Mahasiswa Teliti Merica Hitam sebagai Obat Pencegah Kanker, Kok Bisa?
(dok.UGM)
Penulis
Sumber
Okezone.com

JAKARTA | Ada-ada saja penelitian mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan inovasi di bidang medis. Baru-baru ini mahasiswa asal Yogyakarta meniliti manfaat merica hitam untuk pencegahan kanker. Kok bisa?

Merica hitam merupakan salah satu jenis tanaman yang biasanya dipakai untuk keperluan bumbu dapur. Rupanya, selain penyedap masakan, merica hitam kerap dimanfaatkan sebagai bahan dalam pengobatan herbal atau jamu tradisional di Indonesia. Inilah yang melatari sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk meneliti kandungan merica hitam untuk pencegahan kanker.

"Merica hitam mempunyai kandungan piperin sekitar 32 persen. Senyawa ini bersifat antioksidan dan mampu menetralkan radikal bebas," jelas salah satu mahasiswa Ummi Maryam Zulfin seperti dilansir dari laman UGM, Rabu (23/8/2017). Ia menjelaskan, merica hitam tersebut memiliki kandungan piperin yang terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan efek farmakologis yang dapat mencegah kerusakan hati atau hepatoprotektif. Merica hitam, lanjut dia, juga dinilai mampu menghambat pertumbuhan tumor.

Mengetahui kandungan-kandungan merica hitam yang potensial dijadikan obat pencegahan kanker, tim dari UGM ini pun melakukan penelitian lebih mendalam terkait hal tersebut. Tim itu terdiri dari Ummi, Dian Saputri, Anisa Fauzia Ahsani, Ragil Anang Santoso, serta Nur Fitra Sari dari Fakultas Farmasi UGM.

Ummi memaparkan, penelitian yang dilakukan timnya tersebut menggunakan sel CHO-K1, yaitu sel ovarium hamster sebagai pemodelan sel untuk pengamatan. Sementara untuk pengujian menggunakan metode uji spesifik Cytokinesis Block Micronuclei (CBMN) assay untuk melihat adanya indikator kerusakan genetik.

Kemudian, lanjut dia, sampel yang diuji adalah ekstrak etanolik merica hitam (EMH) yang diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian tersebut, ungkap Ummi, menunjukkan bahwa pemberian EMH yang dikombinasikan dengan obat kemoterapi doxorubicin dapat meningkatkan sitotoksisitas pada sel.

Sementara melalui pengujian menunjukkan pemberian EMH pada sel tidak menunjukkan pembentukan mikronukleus atau indikator kerusakan genetik. "Hal ini menunjukkan bahwa EMH berpotensi sebagai agen antigenotoksik pada sel," terang Ummi. Setelah melakukan serangkaian penelitian dan pengujian oleh Ummi dan tim, ia mengatakan, hasil uji mencatat bahwa pemberian merica hitam tersebut mampu menurunkan jumlah radikal bebas dalam sel.

"Penelitian ini membuktikan adanya potensi ekstrak merica hitam untuk meningkatkan efektivitas doxorubicin, sehingga dapat dikembangkan sebagai agen ko-kemoterapi doxorubicin sebagai alternatif pengobatan kanker," tandas dia.***

Komentar

Loading...