Terkait Penanganan Musibah

Mahasiswa Nilai Plt Gubernur Aceh Bertindak Lamban

Mahasiswa Nilai Plt Gubernur Aceh Bertindak Lamban
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dinilai belum mampu melaksanakan dan mengamalkan cita-cita dari Undang-Undang Dasar 1945, terhadap masyarakat Aceh Tenggara. 

Penilaian itu disampaikan puluhan mahasiswa, yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Aceh Tenggara saat aksi unjuk rasa, di depan Kantor Gubernur Aceh, Jalan T. Nyak Arief, Jeulingke, Syiah Kuala, Banda Aceh. Selasa, 8 Januari 2019.

“Pemerintah Aceh lamban dan tidak serius menanggapi permasalahan banjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara, ini dibuktikan dengan tidak adanya status tanggap darurat bencana di daerah tersebut,” kata Saidul Akbar, koordinator lapangan aksi tersebut.

Menurutnya, Kabupaten Aceh Tenggara sangat banyak terjadi bencana. Misal, banjir bandang yang sudah keempat kalinya terjadi, dari Desember 2018 lalu. Namun belum juga mendapat perhatian dari pemerintah Aceh.

“Dengan banjir bandang menyebabkan kerusakan di 16 kecamatan di Aceh Tenggara. Sehingga puluhan rumah, dan ribuan hektar lahan pertanian hanyut terbawa arus,” jelasnya sambil disahuti yeyel dari peserta demo lainnya.

Selain itu, selama kurun waktu 4 kali terjadi banjir di Aceh Tenggara, Pemerintah Aceh baru satu kali mengirimkan sandang pangan melalui Dinas Sosial Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

Karena itu, mereka meminta Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meninjau langsung lokasi banjir bandang, menghadirkan program rehabilitasi, rekonstruksi dan reboisasi hutan. Serta memaksimalkan kinerja Balai Sungai Sumatera I Provinsi Aceh dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Aceh.

“Instansi itu terkesan tidak perduli dengan pembangunan berkelanjutan dan tidak menghiraukan dampak lingkungan di Aceh Tenggara,” ungkapnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Rahmad Raden saat mendatangi pengunjuk rasa mengatakan. Pemerintah Aceh telah membantu masyarakat Aceh tenggara. “Kami telah membatu masyarakat Aceh Tenggara dalam bentuk bantuan sandang dan pangan,” jelasnya.

Lanjut Rahmad Raden, Pemerintah Aceh sedang melakukan upaya untuk menyusun anggaran terhadap seluruh kabupaten yang ada di Aceh. “Ini kan, awal tahun. Kita sedang mengejar anggaran. Karena selama ini, masalah anggaran selalu molor, yang menghambat pemberian bantuan saat terjadi bencana,” ujarnya kepada mahasiswa.

Dia berharap, mahasiwa dan masyarakat Aceh Tenggara dapat bersabar dalam musibah yang terjadi.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...