Breaking News

Mahasiswa Aceh Barat Aksi Lakban Mulut

Mahasiswa Aceh Barat Aksi Lakban Mulut

Meulaboh | Puluhan mahasiswa di Kabupaten Aceh Barat kembali berunjuk rasa, terkait izin PT Emas Mineral Murni (EMM). Memang tak seramai aksi yang dilakukan sebelum putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur, terkait putusan izin perusahaan tersebut.

Bedanya, kali ini mahasiswa berdemo dengan menutup mulut mereka menggunakan solasiban hitam, aksi berlangsung di Simpang Pelor depan Kantor DPRK setempat, Senin (15/4/2019).

Para pendemo menilai, putusan PTUN terhadap gugatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh dan masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Benggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh  tidak pro rakyat dan menciderai keadilan. Bagi mereka seharusnya hakim bisa menggunakan hati nurani melihat dampak yang ditimbulkan apabila PT EMM beroperasi.

Koordinator Aksi, Chandra mengatakan. Unjukrasa tersebut sebagai wujud kepedulian mereka terhadap masyarakat dan daerah. PT EMM sendiri saat ini belum angkat kaki dari Aceh, mereka hanya memindahkan wilayah camp atau barak pekerja dari Beutong Ateh ke Beutong Bawah.

“Sementara yang menjadi masalah hari ini ialah terkait izin produksi, meski sikap politik Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah ditentukan dihadapan publik pada aksi di Banda Aceh, kita akan kawal bahwa komitmen itu nyata bukan hanya janji saja, PT EMM harus angkat kaki dari Aceh bukan dari Beutong Ateuh saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum sidang bacaan putusan, mereka telah meminta kepada hakim untuk berpihak kepada kepetingan rakyat banyak dengan berbagai alasan yang begitu masuk akal. Seharunya hakim menjadikan tuntutan para pendemo sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan putusan.

Sebab, kata dia, selain hutan yang akan dirusak oleh eksploitasi alam, kualitas hidup masyarakat Beutong Ateuh Benggalang dan sekitarnya juga akan berdampak. Baik itu sektor ekonomi, hak kepemilikan tanah dan hak pengelolaan alam bagi rakyat secara mandiri.

“Kita tetap akan kawal terkait PT EMM, komitmen kita tetap PT EMM harus angkat kaki dari Aceh, izinya produksi harus dicabut dengan alasan apa pun. Kalau tidak, maka kita akan terus turun ke jalan menuntut hal tersebut,” kata Chandra.***

Komentar

Loading...