Breaking News

Terkait Seleksi SKPA

M. Nasir Usman: Bukan Fit Tapi Phet Proper Test!

M. Nasir Usman: Bukan Fit Tapi Phet Proper Test!
Muhammad Saleh/MODUSACEH.CO
Rubrik

Banda Aceh | Mantan salah satu pejabat di jajaran Pemerintah Aceh, M. Nasir Usman menilai. Seleksi pejabat SKPA yang kini sedang berlangsung, tak sepenuhnya berjalan sesuai aturan, khususnya merit sistem atau pola karir aparatur atau pejabat sipil. Akibatnya, keinginan untuk mendapatkan pejabat yang  berkualitas dan profesional dibidangnya, masih perlu dipertanyakan. "Yang tepat memang sesuai selera Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, bukan keinginan pemerintah atau negara," kata Nasir Usman pada media ini, Rabu pekan lalu di Banda Aceh.

Katanya, keinginan itu ada dua. Pertama keinginan Gubernur. Kalau di tingkat provinsi berarti Gubernur menunjuk timnya atau panitia seleksi. Kedua, keinginan pemerintah. Ini sesuai dengan merit sistem atau pola karir yang sudah diatur sesuai aturan yaitu undang-undang  dan Peraturan Pemerintah (PP). Semua ada aturan mainnya.

Kalau keinginan Gubernur berarti dia yang memilih panitia seleksi. Ini berarti, sesuai selera Gubernur  alias mana yang dia sukai. Dia yang menentukan siapa saja dalam rekrutmen itu. Tetapi kalau keinginan pemerintah, dia harus melibatkan semua tim seleksi dari pusat. Misal, dari Kementerian Aparatur Negara, Kemendagri (Irjen), LAN dan Komite Aparatur Sipil Negara. Di Aceh, tentu saja BKPP serta Sekda sebagai Ketua Baperjakat, sehingga  tidak akan terjadi hal-hal yang negative. Karena mereka punya independensi dan aturan-aturan dalam menjalankan tugasnya. Jadi, kalau itu dia penuhi,cukup minta atau berkirim surat ke departemen  atau kementerian terkait.

Bukankah itu hak prerogatif Gubernur tanya media ini? Kata Nasir. "Boleh saja, tetapi tergantung pada dua opsi tadi. Mau merekrut pejabat sesuai standart pemerintah atau selera pribadi. Tapi katanya ingin melakukan pemerintahan yang bersih. Ya, caranya diawal proses rekrutmen juga harus bersih. Ndak mungkin jus tomat akan muncul jus jeruk. Semua sangat tergantung; input, proses dan out put," sebut Nasir yang menghabiskan sebagian besar karir PNS di jajaran auditor .

Karena itu, melihat pola dan cara yang dilakukan saat ini, menurut saya itu bukan fit and propertest. Tapi phet (pahit) and proper test. Kenapa? Karena Irwandi telah mematikan jenjang karir pejabat sipil Negara di Aceh. (selengkapnya baca edisi cetak, Senin, 15 Januari 2018).***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...