Luar Biasa, Meski Telah Divonis Penjara ASN di Simeulue Masih Nikmati Gaji

Luar Biasa, Meski Telah Divonis Penjara ASN di Simeulue Masih Nikmati Gaji
ilustrasi

Simeulue | Luar biasa, sepertinya kata ini layak disebutkan pada seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Simeulue, berinisial R. Bagaimana tidak, meski saat ini ia telah divonis penjara oleh pengadilan, namun hebatnya, gaji sebagai ASN masih dibayar negara tiap bulan.

R yang dulunya bertugas di Kantor Pemerintah Kecamatan Alafan, Kabupaten Simeulue itu, tersangkut kasus korupsi akibat terbukti bersalah, terkait penyalahgunaan jabatan dalam kegiatan pembangunan tahap dua kantor Camat Simeulue Barat pada tahun 2012 lalu.

Saat ini R, sedang menjalani hukuman penjara di Rumah Tahanan Kelas II Banda Aceh.

Dijelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017, tentang Menajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) Republik Indonesia menyebutkan, PNS yang telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka dalam kasus apapun, gajinya hanya dibayar setengah.

Masih berdasarkan PP Nomor 11 tahun 2017 itu, apabila status PNS itu hingga perkaranya telah vonis berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) oleh Pengadilan, maka hilang hak dan gaji PNS yang bersangkutan dihentikan.

Nah, berbeda dengan PP di atas, terkait dengan R yang masih lancar menerima gaji tiap bulan, Edi Rahman, Camat Alafan, saat ditemui MODUSACEH.CO mengatakan. ASN yang pernah bertugas di wilayahnya itu, hingga saat ini masih tetap menerima gajinya sebagai ASN tiap bulan, sebab pihaknya belum menerima Surat Keputusan (SK) pemberhentian gaji, serta SK pemecatan sebagai pegawai dari pemerintah terkait.

"Beliau ini tiap bulan masih diamprah gajinya oleh bendahara kecamatan, karena acuannya disebabkan belum adanya SK pemberhentian yang diberikan pada kami," jelas, Edi Rahman, Jumat, 21/06/2019.

Dijelaskannya, disebabkan belum ada SK pemberhentian serta SK pemecatan R yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten pada pihak kecamatan, karena itulah hingga saat ini gajinya masih terus dibayar.

"Karena belum ada surat keputusan pemberhentian inilah kami tidak berani menghentikan begitu saja gajinya tiap bulan," jelasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Simeulue, Novikar Setiadi menjelaskan, pihaknya hanya sebagai pelaksana untuk mencairkan hak-hak dan gaji ASN, berdasarkan rekapan dan usulan dari instansi pemerintahan terkait.

"Kita hanya sebagai tempat penitipan, tidak berani menahan atau menghentikan gaji pegawai. Tugas kita membayar hak dan gaji pegawai berdasarkan dari rekapan dan usulan dari instansi, begitu juga dengan gaji R ini, apabila masih dimasukkan dalam daftar gaji, ya kita bayarkan," jelasnya.

Sekretaris Daerah Simeulue (Sekda), Ahmadlyah, SH, saat dimintai keterangannya terkait ada ASN yang sudah dipenjara, namun masih lancar menerima gaji tiap bulan itu, mengaku tidak mengetahui terkait pembayaran tadi. Sebab sebelumnya telah mengeluarkan surat pemberhentian sementara dan pembayaran setengah gaji ASN itu, saat yang bersangkutan masih dalam status tersangka.

"SK pemberhentian sementara dan pembayaran setengah gaji yang bersangkutan sudah kita keluarkan ketika beliau masih berstatus tersangka, kalau masih diamprah pihak kecamatan dan keuangan daerah, saya tidak mengetahuinya, nanti kita tanya ke bendahara kecamatan, sebab status R, sudah berkekuatan hukum tetap oleh pengadilan, maka otomastis gaji dan statusnya sebagai PNS juga hilang," kata Ahmadlyah.

Sebelumnya diketahui, R telah divonis tiga tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh, 5 Maret 2018 lalu. Kemudian R, melakukan upaya banding pada 8 Mei 2018, namun vonis tidak berkurang dan tetap tiga tahun penjara.

Selanjutnya melakukan upaya Kasasi, 17 Oktober 2019, vonis turun menjadi dua tahun penjara, serta terakhir melakukan Peninjauan Kembali (PK),  tetapi di sistim aplikasi peradilan tidak diajukan sehingga dianggap telah inkracht van gewijsde.***

Komentar

Loading...