Pendaftaran Calon Ketua Kadin Aceh Ditutup

Lima Kandidat Dipastikan Bersaing Ketat

Lima Kandidat Dipastikan Bersaing Ketat
dok.MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh 01

Banda Aceh | Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pendaftaran calon Ketua Kadin Aceh Periode 2019-2023 berakhir sudah, Rabu (12/6/2019), pukul 16.00 WIB kemarin. Ketua Pengarah (SC) Muhammad Mada atau akrab disapa Cek Mada, Kamis (13/6/2019) siang di Banda Aceh menyebutkan. Ada lima nama yang mendaftar sebagai calon Ketua Kadin Aceh untuk lima tahun mendatang.

Mereka adalah, H. Makmur Budiman, Nahrawi (Toke Awi), Sayed Isa (mantan Ketua Kadin Aceh Barat), .Hazwan Amin dan Nora Indah Nita, Ketua Kadin Aceh Tamiang dan satu-satunya calon perempuan. Sebut Cek Mada. Dari lima nama tadi, selanjutnya SC akan melakukan verifikasi, sesuai syarat yang telah ditetapkan. Termasuk membayar dana konstribusi Rp 1 miliar.

“Dari semua persyaratan yang kami  sampaikan secara terbuka, selanjutnya tim pencalonan akan melakukan verifikasi, jika memenuhi syarat, selanjutnya akan ditetapkan sebagai calon. Jika tidak, maka gugur,” jelas Cek Mada.

20190613-sc-dan-oc

Ini artinya, bisa saja dari lima calon tadi lolos semua atau sebaliknya, ada yang gugur karena tidak cukup dan memenuhi syarat yang ditetapkan. Misal, tidak melakukan setoran dana konstribusi yang telah ditetapkan.

“Jadi, hasil akhir akan terlihat pada Sabtu (15/6/2019) sore mendatang tentang figur yang dipastikan lolos sebagai calon atau tidak,” ucap Cek Mada. Dia berharap, kelima calon tadi dapat lolos sebagai calon Ketua Kadin Aceh. Begitupun, semua itu sangat tergantung pada personal yang bersangkutan serta tim suksesnya.

“Kami bersyukur, Musprov VI Kadin Aceh tahun ini mendapat apresiasi dan perhatian besar dari kawan-kawan dunia usaha di Aceh. Ini membuktikan bahwa iklim berorganisasi (Kadin Aceh) mulai bangkit kembali, setelah sempat “redup” selama belasan tahun,” ungkap dia.

Salah satu pengusaha yang juga anggota SC Musprov VI Kadin Aceh, Ikbal Idris Ali menilai. Besarnya animo calon Ketua Kadin Aceh, membuktikan bahwa Kadin sebagai wadah berhimpun para pelaku dunia usaha di Aceh, mulai bangkit kembali.

Tak hanya itu, minat serupa juga dibuktikan dari banyaknya personil yang ingin melibatkan diri dalam kepanitian, baik SC maupun panitia pelaksana (OC). “Kawan-kawan datang dan minta dimasukkan dalam panitia. Ini bukti bahwa Kadin Aceh adalah milik bersama,” ulas Ikbal.***

Komentar

Loading...