Iklan Ucapan Selamat Puasa Ramadhan
Iklan TRH sambut Puasa Ramadhan 1439

Bupati Aceh Barat Tanda Tangan MoU Terkait Daya Listrik 59 Megawatt

Lilawaty Effendi: Lokasinya Gampong Sikundo

Lilawaty Effendi: Lokasinya Gampong Sikundo
Foto Kasubag Humas Setdakab Aceh Barat
Penulis
Editor
Rubrik

Banda Aceh | Bupati Aceh Barat Ramli. MS kembali menandatangani kesepakatan kerjasama (MoU) dengan PT. Aceh Hydropower, terkait rencana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), di salah satu hotel, Jalan Soekarnoe Hatta, Banda Aceh, Selasa (08/05/2018).

Orang nomor satu Aceh Barat itu menegaskan pada pihak perusahaan PT. Aceh Hydropower, dalam dua tahun ini harus ada bukti konkrit dari perusahaan, setelah ada MoU kerjasama dimaksud. Jika tidak, maka Bupati Aceh Barat Ramli. MS, tidak segan-segan mengalihkan izin ke pihak lain bila tidak ada bukti nyata dari MoU tersebut.

“Dalam 2 tahun ini  harus ada bukti konkrit dari perusahaan. Bila tidak ada, saya tidak segan mengalihkan izin ke perusahaan lain,” kata Ramli. MS, Selasa (08/05).

Bupati Aceh Barat berharap, dengan bergerak cepat perusahaan dimaksud, bisa mendukung kebutuhan listrik di Indonesia. Karena itu, harapan Bupati Aceh Barat, agar aparatur Pemerintah Aceh Barat melaksanakan rapat berkala terkait kemajuan perusahaan dan bagaimana kontribusinya bagi masyarakat Aceh Barat nantinya.

Pada penandatanganan MoU itu, Direktur PT Aceh Hydropower Lilawaty Effendi mengatakan, tujuan ditandatangani MOU tersebut untuk terciptanya kerjasama yang baik, saling mendukung antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan PT.Aceh Hydropower.

Dikonfirmasi lebih lanjut melalui sambungan telpon, Selasa (08/05), Lilawaty Effendi menjelaskan, lokasi pembangunan PLTA PT. Aceh Hydropower, itu di Gampong Sikundo, Kecamatan Panteuceureumen, Aceh Barat.

Daya listrik ayang akan diproduksi perusahaan itu, sebesar 59 Megawatt. Sedangkan aksinya untuk pembangunan, itu diperkirakan dua tahun mendatang atau pada tahun 2020. “Kalau tidak ada perubahan regulasi Pemerintah, dua tahun kedepan, itu dimulai pembangunan,” ujarnya via telpon yang mengaku mau kembali ke Jakarta.

Lanjut Lilawaty Effendi, tahun 2018 ini, perusahaanya masih melakukan penelitian atau kajian geologi. “Setelah penelitian geologi baru bisa pembangunan. Maka untuk bisa gunakan layak listriknya, itu tergantung sama PLN,” jelasnya.

Ia juga mengaku, daya listrik yang akan dihasilkan PT. Aceh Hydropower, tidak melalui jaringan Medan seperti PLTU Nagan Raya, namun tetap di Aceh yaitu jaringan Seuneumbok. “Tidak kirim ke Medan, kalau PLTU itu besar 200 lebih, ini cukup Aceh,” katanya.

Lalu, dalam penandatanganan MoU tersebut, selain Bupati Barat, juga hadir CEO PT. Aceh Hydropower bersama manajemen. Sedangkan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat hadir Kepala Bappeda, Kabag Ekonomi dan Investasi, serta Kabag Hukum.***

Komentar

Loading...