Lahan Sawit Terbakar di Nagan Raya

Lahan Sawit Terbakar di Nagan Raya
Petugas gabungan berjibaku memadamkan api kebakaran lahan sawit di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya. Jumat (1/3/2019). (Aidil Firmansyah/MODUSACEH.CO)

Meulaboh | Sedikitnya 4,7 hektar lahan perkebunan sawit di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, sejak Kamis (28/2/2019) kemarin terbakar.

Ratusan petugas gabungan dari TNI, Polri, Tagana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus berupaya memadamkan api.

Dandim 0116/Nagan Raya, Letkol Kav Nanak Yuliana mengatakan, api dicurigai berasal dari puntung rokok. Karena musim kemarau dan cuaca panas disertai angin, membuat kobaran api menyebar dengan cepat hingga membakar lahan yang di sekitarnya.

"Sumber api kebakaran lahan kelapa sawit milik masyarakat, diduga karena berasal dari puntung rokok yang dibuang oleh seseorang yang sedang memancing sekitar di lahan tersebut," katanya.

Sampai dengan Jumat (1/3/2019), pihak petugas masih melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan alat seadanya, sebab akses jalan menuju ke lahan yang terbakar tidak bisa dilalui dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Dikatakannya, pada hari sebelumnya personel Posramil Tadu Raya, Tagana BPBD Nagan Raya dan warga telah melakukan pemadaman, akan tetapi tidak maksimal karena kondisi lahan gambut dan cuaca panas sehingga api sulit untuk dijinakkan.

"Kemarin personel Babinsa bersama warga telah melakukan pemadaman, akan tetapi api tidak juga padam, dan hari ini kami terjunkan sebanyak 200 lebih personel gabungan dari TNI Polri, Tagana, BPBD, Ormas FPI dan warga untuk menjinakkan api dengan bantuan pompa air dari dinas BPBD Nagan Raya agar tidak menjalar ke perkebunan warga yang lain," terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, pihak petugas akan mengirimkan eksavator dari Dinas PU untuk membuat parit di seputaran lokasi kebakaran sehingga api tidak menjalar. Hingga sore hari tadi mereka terus melakukan upaya pemadaman.

Pihak petugas berhenti melakukan upaya pemadaman saat malam hari, sebab tidak adanya sumber penerangan yang cukup menjadi kendala untuk bekerja memadamkan api pada malam hari.

"Sekitar 50 persen dari total lahan yang terbakar sudah berhasil dipadamkan, kita akan berupaya maksimal untuk memastikan api yang membakar lahan tidak menyebar terus ke lahan milik warga lainnya yang berada di sekitar lokasi, sekarang kita hentikan dulu, besok akan dilanjutkan kembali upaya pemadaman," sebutnya.***

Komentar

Loading...