Breaking News

Sidang Praperadilan Irwandi

KPK Ragukan Kesaksian Steffy Burase Cs

KPK Ragukan Kesaksian Steffy Burase Cs
Asumsi.co
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Hari ini, 22 Oktober 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan kesimpulan dalam perkara praperadilan yang diajukan Gubernur Aceh non aktif, Irwandi Yusuf (Perkara: 119).

KPK meyakini telah mematahkan seluruh dalil Pemohon selama proses persidangan praperadilan ini dengan sekitar 42 bukti yang diajukan.

“Kami telah menyampaikan pada Majelis Hakim bahwa semua dalil-dalil yang dijadikan alasan Pemohon, untuk mengajukan permohonan praperadilan ini adalah tidak benar dan keliru. Sehingga, KPK meminta agar Majelis Hakim menolak permohonan tersebut atau setidaknya menyatakan tidak dapat diterima,” harap Jubir KPK, Febri Diansyah pada MODUSACEH.CO, Senin (22/10/18) sore.

Febri menjelaskan, pada kesimpulan yang disampaikan tadi, KPK menanggapi 4 saksi fakta yang diajukan pemohon, yaitu: Agus Salim, Dargo, Erisman Supranoeriz, dan Fenny Steffy Burase. Namun, KPK meragukan kesaksian 4 orang saksi fakta yang dihadirkan, karena memiliki hubungan pekerjaan dengan pemohon baik secara langsung atau menjadi bawahan dari pemohon.

Selain itu, keterangan lain yang diberikan tidak relevan karena saksi tidak mengetahui secara langsung mengenai kejadian Irwandi Yusuf tertangkap tangan oleh KPK. Demikian juga ahli dan 10 bukti yang diajukan pemohon yang dinilai tidak relevan, sehingga sepatutnya dikesampingkan.

Febri mengaku, KPK akan menunggu putusan praperadilan dalam kasus ini yang rencana akan disampaikan Rabu, (24/10/18) siang dan berharap putusan hakim akan berdampak positif terhadap pengusutan, dugaan korupsi terhadap tersangka Irwandi Yusuf dan kawan-kawan terkait alokasi anggaran DOK Aceh yang semestinya dapat digunakan secara maksimal untuk kemanfaatan bagi masyarakat Aceh.

“Selain kasus ini, Irwandi Yusuf juga diduga melakukan korupsi lain, yaitu dugaan penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan yang tidak dilaporkan pada KPK sebelumnya sejumlah sekitar Rp 32 miliar yang saat ini dalam tahap penyidikan,” ungkap Febri.

Sebelumnya juga pernah ada praperadilan atas nama Irwandi yang diajukan pihak lain, yakni Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA). Namun, Irwandi bersurat ke KPK soal keberatannya akan praperadilan itu. Praperadilan ini sendiri sudah ditolak oleh PN Jaksel. KPK pun terus melanjutkan penyidikan terhadap Irwandi.

Irwandi ditetapkan KPK sebagai tersangka suap. Dia diduga menerima duit suap Rp 500 juta dari Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi.

Uang itu diduga merupakan bagian dari commitment fee Rp 1,5 miliar atau 10 persen demi mendapatkan ijon proyek infrastruktur yang menggunakan alokasi Dana Otsus.

KPK menduga bagian 8 persen diperuntukkan bagi sejumlah pejabat di provinsi, sedangkan 2 persen di tingkat kabupaten. Kemudian, KPK kembali menetapkan Irwandi sebagai tersangka penerima gratifikasi. Dia diduga menerima duit Rp 32 miliar terkait proyek pembangunan Dermaga CT-3 Sabang.***

Komentar

Loading...