Breaking News

Terkait Status Tersangka Irwandi Yusuf

KPK Periksa Ketua Pokja, Staf PUPR dan Pihak Swasta di Mapolda Aceh  

KPK Periksa Ketua Pokja, Staf PUPR dan Pihak Swasta di Mapolda Aceh  
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan pemeriksaan 13 saksi terkait status tersangka Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf yang ditangkap KPK dalam OTT di Aceh, bersama Bupati Bener Meriah nonaktif, Ahmadi, staf Gubernur Aceh, Hendri Yuzal dan pengusaha, T. Syaiful Bahri, 4 Juli 2018 lalu. Mereka diperiksa di Ruang Dirkrimsus Polda Aceh, Lingke, Banda Aceh, Selasa (14/8/18).

Adapun 13 saksi tersebut berasal dari 11 orang Kepala Pokja, seorang swasta dan seorang pejabat di Dinas PUPR Aceh yang tidak diketahui namanya. ”Hari ini, diagendakan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi di Gedung Diskrimsus Polda Aceh untuk tersangka Irwandi Yusuf,” jelas Jubir KPK Febri Diansyah pada media ini, Selasa siang.

Febri mengungkapkan, kemarin atau Senin, 13 Agustus 2018, penyidik KPK juga telah mendalami dugaan peran dan perintah tersangka Irwandi Yusuf, dalam penerimaan-penerimaan lain yang terkait dengan proyek-proyek Aceh Marathon Internasional dan proyek lain di Aceh.

Katanya, KPK juga menggali keterkaitan sejumlah proyek dengan saksi Steffy Burase yang telah beberapa kali diperiksa KPK di Jakarta sebelumnya. “KPK sedang mencermati bukti-bukti baru tentang aliran dana lain terkait sejumlah proyek di Aceh, ”ungkap Febri.

Sebelumnya, penyidik KPK telah memanggil pejabat di Biro Hukum Gubernur Aceh, PNS, pejabat dan anggota TAPA, BPKS dan staf PUPR Aceh, untuk status tersangka Irwandi Yusuf, di Mapolda Aceh, Senin 13 Agustus 2018.

Febri menerangkan, penyidikan dalam kasus ini terus dilakukan KPK untuk memperdalam proses-proses pembahasan dan pengalokasian DOKA 2018. Sejumlah saksi dari pejabat Kementerian Dalam Negeri dan pejabat Aceh juga telah diperiksa.

"Rincian informasi aliran dana yang diduga terkait Aceh Marathon 2018 juga terus diklarifikasi penyidik. KPK semakin mendapatkan bukti-bukti yang kuat dalam kasus ini," ungkap Febri.

Irwandi selaku Gubernur Aceh diduga menerima suap Rp 500 juta dari Bupati Bener Meriah, Ahmadi, yang kemudian terungkap dari OTT. Penyerahan uang itu diduga, dilakukan melalui dua orang swasta bernama Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal.

Tak hanya itu, diduga Ahmadi memberikan uang itu sebagai ijon proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA Tahun Anggaran 2018. Namun praktik rasuah ini terungkap dari tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Selasa (4/7) malam. Dalam OTT itu, KPK mengamankan sekitar 9 orang, termasuk Ahmadi dan Irwandi. Selain itu, KPK juga berhasil menyita sejumlah bukti berupa uang senilai Rp 50 juta, bukti transaksi perbankan, serta catatan proyek.

KPK kemudian menetapkan 4 orang sebagai tersangka. Irwandi bersama Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal ditetapkan sebagai pihak yang diduga menerima suap. Sementara Ahmadi ditetapkan sebagai pihak yang diduga memberikan suap.***

Komentar

Loading...