Setelah Dicekal ke Luar Negeri

KPK Minta Saksi Penuhi Panggilan Penyidik

KPK Minta Saksi Penuhi Panggilan Penyidik
Dok. MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh l Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta sejumlah saksi yang telah dicekal keluar negeri untuk menghadiri panggilan penyidik,"jika saksi- saksi dipanggil, agar memenuhi panggilan penyidik,"harap Jubir KPK Febri Diansyah pada media ini, melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/7/18).


Menurut Febri, terkait dengan sejumlah pertanyaan dan jadwal pemanggilan saksi - saksi tersebut, tentu KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang relevan dan dipandang ada kaitan dengan dengan kasus tersebut.
 
"Kapan saksi-saksi yang dicegah ke luar negeri akan diperiksa? Tentu KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang relevan dan dipandang ada kaitan dengan kasus ini. Sehingga nanti saat diperiksa bisa menjelaskan apa yang diketahuinya. Jadwal pemeriksaannya kapan akan kami informasikan lebih lanjut nantinya," jelas Febri.

Sementara, terkait kemajuan pemeriksaan kasus ini, KPK telah menemukan dokumen-dokumen dan catatan- catatan proyek yang telah dapatkan, semakin menguatkan konstruksi pembuktian kasus yang diduga melibatkan Gubernur Aceh non  aktif Irwandi  Yusuf.


"KPK menghimbau agar pihak-pihak di lokasi penggeledahan dapat koperatif dan membantu proses penyidikan ini. Karena selain ini adalah proses hukum, pengungkapan kasus ini juga kami pandang penting bagi masyarakat Aceh. Terutama karena korupsi itu merugikan bagi masyarakat," harap Febri.


Sebelumnya, KPK telah mengeluarkan surat pencekalan ke luar negeri, pada empat orang yang dinilai mengetahui dugaan komitmen fee DOKA 2018 yang diduga melibatkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Mereka adalah : Kepala ULP Aceh, Nizarli, Mantan Kadis PUPR Rizal Aswandi, EO Sabang Marathon, Funny Steffy Burase, dan Teuku Fadhilatul Amri.

Kemudian, KPK juga telah menggeledah kediaman pribadi Irwandi Yusuf dan Pendopo Gubernur Aceh. Selain itu, KPK juga telah menggeledah Kantor Dinas PUPR Aceh dan Kantor Dispora Aceh , dan kediaman Nizarli guna mencari dokumen- dokumen sebagai alat bukti untuk pembuktian kasus tersebut.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...