Breaking News

Diduga Hasil Pengembangan Kesaksian T. Saiful Bahri

KPK Geledah Kantor BPKS Sabang  

KPK Geledah Kantor BPKS Sabang  
Ilustrasi pengeledahan KPK (foto: google.com)
Rubrik

 

Sabang | Baru hanya sepekan atau Kamis, 2 Agustus 2018 lalu. Fungsional Litbang Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Niken Ariati bersama menajemen Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), melakukan berdiskusi mengenai masalah optimalisasi penerimaan di kawasan perdagangan bebas Sabang dengan tema; Field Review, terkait Free Trade Zone.

Hari ini, Jumat (10/8/2018), Tim Satuan Khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, kembali lagi ke Sabang. Kali ini tajuknya berbeda. Bukan berdiskusi, tapi melakukan penggeledahan di Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, (BPKS) Sabang.

Kontributor MODUSACEH.CO dari Sabang melaporkan. Penggeledahan itu dilakukan, terkait kasus yang menjerat Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf yakni Aceh Marathon. Termasuk masalah proyek Balohan Sabang dengan anggaran mencapai Rp 221 miliar.

20180810-t.-saiful-bahri-di-kpk

T. Saiful Bahri

“Betul, kedua-duanya. Tapi saat pengeledahan, Kepala BPKS Sabang Sayed Fadhil tidak berada di tempat. Bapak lagi ada tugas dinas ke Batam,” kata sumber di sana.

Sumber itu juga menjelaskan, ada tujuh anggota satgas KPK yang turun dan menggeladah Kantor BPKS Sabang. Sejumlah dokumen dan seluruh Kartu Tanda Penduduk (KTP) pegawai BPKS ikut diamankan. Sementara itu, Kepala BPKS Sayed Fadhil dan beberapa deputi sedang berada di Batam.

 “Kalau saya tidak salah lihat, tim baru saja menggeledah ruangan Kepala Deputi Komersil BPKS, Agussalim,” ungkap sumber yang tak mau ditulis namanya ini.

20180810-pertemuan-kepala-bpks-sabang-dan-perwakilan-kpk.

Pertemuan Fungsional Litbang KPK bersama manajemen BPKS Sabang, Kamis, 2 Agustus 2018 di Sabang (foto: ist).

Selain itu, sumber berbeda media ini di Jakarta menyebutkan. Pengeledahan tersebut, tak lepas dari pengakuan dan kesaksian T. Saiful Bahri yang kini dijerat KPK. “Dari pengembangan yang ada, muncul masalah lelang atau tender proyek Balohan Sabang. Saiful tahu persis masalah ini,” katanya.

Kepala BPKS Sabang Sayed Fadhil yang dikonfirmasi media ini membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Ya, saya baru dapat info dari staf di Sabang. Kebetulan kami dengan tim sedang di Batam,  menjajaki kerjasama dengan BP Batam, khususnya terkait Free Trade Zone untuk dapat diimplemtasikan di Sabang. Kami sangat koperatif dalam upaya penegakan hukum dan pembenahan serta transparansi seluruh kegiatan di BPKS,” jelas Sayed.

Lantas, bagaimana proses kasus ini selanjutnya? Benarkah T.Saiful Bahri diam-diam “bernyanyi” setelah Hendri Yuzal gagal menjadi colabortor justice (JC)? (kupasan selengkapnya baca edisi cetak, beredar mulai, Senin, 13 Agustus 2018).***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...