Breaking News

Lakukan Supervisi di Kejati Aceh

KPK Akan Keluarkan Sprindik Baru Untuk Tiga Kasus Korupsi di Aceh

KPK Akan Keluarkan Sprindik Baru Untuk Tiga Kasus Korupsi di Aceh
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengeluarkan surat perintah penyelidikan (Spindik) baru untuk mengusut tiga kasus korupsi Aceh yang dinilai telah macet.

Ketiga kasus tersebut adalah; korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) pada Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, tahun 2008 yang melibatkan mantan direktur, dr Taufik Mahdi SpOG, sebagai tersangka.

Kedua, kasus korupsi perencanaan pembangunan Gedung Kanwil Kemenag Aceh, yang telah menetapkan dua tersangka dan kasus korupsi Perusahaan Daerah Kabupaten Siemelue (PDKS) tahun 2002 yang melibatkan mantan Bupati Siemelue Darmili.

“Perkara ini memang dilimpah ke KPK oleh Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Aceh,” ungkap Ketua TIM Korsup KPK, Fikri pada awak media di Kejati Aceh, Banda Aceh, Rabu (6/6/18).

Fikri menerangkan, sebenarnya KPK terus melakukan penanganan ketiga kasus ini, baik dengan penyidik Kejati Aceh maupun dengan lembaga terkait yaitu Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Namun, pihaknya belum mencapai kata sepakat dalam perhitungan keuangan negara (PKN).

“Insyaallah, penyidikan ketiga kasus ini menemui jalan terang, dan kita semua bersepakat dengan nilai kerugian yang telah ditimbulkan akibat perbuatan mereka, dan dalam minggu ini, kita akan keluarkan sprindik baru,” ungkapnya.

Fikri juga menyebutkan, dalam perjalannya nanti, tidak tertutup kemungkinan akan bertambah tersangka baru pada tiga kasus tersebut, sesuai dengan alat bukti baru yang ditemukan. Dalam kesempatan itu, Fikri juga mengharapkan Kejati Aceh untuk segera melimpahkan kasus ini pada Pengadilan Tipikor Banda Aceh.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...