Breaking News

KPH Wilayah IV Aceh Amankan 1 Truk Kayu Diduga Illegal

KPH Wilayah IV Aceh Amankan 1 Truk Kayu Diduga Illegal
Kepala KPH Usman, SP Menunjukan Barang Bukti Kayu yg berasil diamankan oleh timnya. (Juli Saidi/MODUSACEH.CO)
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Tim Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh Krueng Meureubo mengamankan satu unit truk berisi kayu sebanyak 10 kubik lebih, mobil berisi kayu itu diamankan, Jumat pagi (29/9/2017) sekira pukul 04.20 Wib.

Kayu kelompok meranti yang diamankan tersebut dibawa dengan mobil truk BL 9078 EB. Mobil itu berasil diamankan petugas BKPH Wilayah IV Aceh Krueng Meureubo, Aceh Barat, ini berawal dari informasi masyarakat yang menghubungi pihak KPH Wilayah IV Aceh melalui telpon, pada Kamis (28/9) kemarin, sekira pukul 22. 00 Wib.

Masyarakat memberi tahukan pada petugas, bahwa ada satu truk membawa kayu olahan akan turun ke Kota Meulaboh dan kabarnya mau dibawa ke Banda Aceh. Mendapatkan kabar tersebut, pihak KPH Wilayah IV Aceh menunrunkan 12 personil untuk menelusuri informasi tersebut yang dipimpin langsung Kepala BKPH Krueng Meurebo Khairul Rizal, S.Hut.

Tim tersebut melakukan pengintaian di daerah Gampong Padang Sikabu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, pada pukul 04.00 Wib dan menemukan sasaran informasi dari masyarakat tadi.

Lalu tim mengikuti mobil pembawa kayu olahan yang dicurigai tersebut. Setelah mengikuti, tim BKPH berjumlah 12 orang, kemudian menghadang mobil di sekitar Gampong Marek, Kecamatan yang sama.

Setelah mobil truk pembawa kayu yang diduga Illegal, tim meminta dokumen seperti surat-surat legalitas kayu tadi. Permintaan surat dokumen dimaksud, itu sesuai Peraturan Perundang-Undangan. “Sopir tidak dapat memperlihatkan,” kata Kepala KPH Wilayah IV Aceh, Usman, SP, Jumat (29/9).

Karena surat kelengkapan tidak bisa ditunjukan, lalu petugas membawa mobil truk itu ke kantor KPH Wilayah VI Aceh, di Jalan Syiah Kuala, Nomor 12 Gampong Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, sekira pukul 05.30 Wib.

Untuk sementara pihak KPH Wilayah IV Aceh belum melakukan tindakan lebih lanjut alias pasal apa yang diduga dilanggar?, namun sudah mengetahui siapa pemilik kayu tersebut, yang diduga milik Okel warga Meulaboh yang kabarnya berasal dari Sumatera Utara.

Sementara kayu itu diperkirakan berasal dari Tutut, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat serta kayu tadi disebut-sebut dari kawasan hutan lindung-Ulu Masen. “Kita belum cek balak,” kata Usman, SP.

Selain itu, pihak KPH Wilayah IV Aceh juga melakukan koordinasi dengam pihak Kepolisian, Polres Aceh Barat.

Maka, proses hukum nanti akan diketahui secara lengkap setelah adanya proses hukum lebih lanjut terhadap kasus kayu sebanyak 10 kubik lebih yang diduga illegal itu.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...