Kondisi Miris Museum Tsunami Aceh

Kondisi Miris Museum Tsunami Aceh
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kondisi Museum Tsunami Aceh saat ini sangat miris. Terkesan tidak terawat dengan baik. Pantauan media ini, Jumat (16/11/18) kemarin, atap (plafon) terlihat berlubang di beberapa ruang dalam gedung. Tak hanya itu, bagian lantai yang direntangkan karpet warna merah, sudah mulai memudar. Di tambah, berapa bagian karpet yang bercak air.

Jika diperhatikan lebih teliti, debu menempel dengan sangat tebal di semua bagian ruangan dan benda-benda yang ada di museum, sehingga menambah kekumuhan museum.

Tak hanya itu, beberapa monitor juga tidak difungsikan. Belum lagi, benda-benda yang dulu pernah ada, sekarang tidak banyak yang dapat dilihat. Misal, puluhan lukisan yang pernah dipajang, juga tidak ada lagi, hanya tinggal beberapa saja.

Beberapa ruangan, juga tidak difungsikan. Itu terlihat jelas dengan ditutupnya pintu-pintu ruangan tersebut.

Seorang pengunjung asal Malasyia, Jihan (30) mengaku sangat senang berada di Banda Aceh. Kedatangannya ke museum, ingin melihat secara langsung kejadian tsunami yang pernah terjadi di Aceh. “Awak nak coba lihat sejarah tsunami di Aceh. Menurut cakap orang sangat dahsyat,” ujar Jihan dengat logat Melayu. 

Namun, menurutnya tidak banyak yang dapat dilihat di Museum Tsunami itu. Yang menarik, hanya dua ruangan saja. “Yang paling menarik itu, terowongan yang mengalir air, dan juga ruangan gelap yang ada banyak tulisan nama,” jelasnya. 

Selanjutnya, Fitri (20) pengunjung asal Banda Aceh. Dia mengaku sangat sering berkunjung ke Museum Tsunami. Tetapi menurutnya, semakin hari museum itu semakin tidak menarik. “Tidak banyak benda-benda yang dapat kita lihat. Padahal, dulu ketika pertama dibuka, Museum Tsunami ini sangat menarik. Sangat banyak benda-benda yang menginggatkan kita pada tsunami, sangat sedih,” jelas remaja itu.

Sebenarnya tujuan dibangun Museum Tsunami, untuk menjadi pengingat terjadinya sebuah musibah besar di Aceh, 26 Desember 2004. Bangunan didesain oleh arsitek Ridwan Kamil, yang kini Gubernur Jawa Barat. Terlihat pada atas bangunan itu, menerapkan unsur tsunami. Salah satunya, pada bentuk atap museum yang menyerupai gelombang laut, cantik dan indah.

Disisi lain, jika diperhatikan dari samping, bangunan museum ini justeru menyerupai kapal penyelamat dengan bagian yang sangat luas.

Nah, mengingat Museum Tsunami Aceh sangat penting. Sepatutnya benda-benda bersejarah di dalam museum harus dijaga, agar warga Aceh dan wisatawan luar dapat mengenang tragedi tsunami yang pernah terjadi di Aceh.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...