Breaking News

Ribut-ribut Alphard Bupati dan Pajero DPRK Aceh Barat

KNPI Minta Eksekutif dan Legislatif Tak Ribut Lagi Soal Mobil Dinas

KNPI Minta Eksekutif dan Legislatif Tak Ribut Lagi Soal Mobil Dinas

Meulaboh | Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Barat meminta Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, menyudahi polemik saling sindir soal mobil dinas. Sebab, hal itu dinilai sangat tidak elok jika kedua lembaga tertinggi itu saling menunjukkan kebolehannya di hadapan rakyat.

“Harapan kami, eksekutif dan legislatif berdamai saja, jangan mempertontonkan kebolehan mereka kepada rakyat, itu tidak baik. Pro kontra masalah mobil dinas sudah selesai jauh-jauh hari, apalagi anggaran Rp 1,7 miliar yang direncanakan pembelian kendaraan dinas bupati sudah berhasil digagalkan dewan,” kata Ketua KNPI Aceh Barat, Muhammadi, Sabtu (15/6/2019) saat menghubungi MODUSACEH.CO

Dirinya menilai, jika sewa kendaraan dinas Bupati jenis Toyota Alphard juga dipermasalahkan, pihak legislatif terlihat terlalu kekanak-kanakan. Sebenarnya masih ada banyak hal lain di daerah yang perlu dibenahi bersama, seperti jalan yang berlubang, kedangkalan sungai Krung Cangkoi yang meresahkan nelayan, persoalan debu batu bara yang tak kunjung tuntas dan soal rekolasi masyarakat yang terkena dampak parah debu, serta fasilitas umum lainnya, yang perlu ditingkatkan agar bisa dinikmati masyarakat.

Sebenarnya, ada perkara lain yang lebih urgen dan harus dilakukan pemerintah serta  dewan untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, jika hanya memperdebatkan masalah mobil, itu tidak menunjukkan kedewasaan keduanya.

Menurutnya, sudah sepatutnya Bupati memiliki kendaraan dinas, bukan malah diprotes. Bayangkan saja, kata Madi, selama dua tahun kepemimpinannya selalu memakai kendaraan butut tahun 90-an dengan harga sewa hanya Rp 12 juta per bulan. Selama tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku, tidak sepatutnya lagi hal itu diperdebatkan, harap Madi.

“Sangat pantas seorang Bupati naik Alphard jika melihat kondisinya dua tahun terakhir, kami rakyat bangga dan ingin eksekutif dan legislatif itu akur dan bersama sama bergerak, memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan pribadi dan kelompok, jika perlu dewan juga harus naik mobil yang sama, untuk pimpinan dewan tahun depan agar mengusulkan mobil Alphard agar sama hebat dipandang daerah lain,” tuturnya.***

Komentar

Loading...