Informasi Jamaah Haji Aceh

Kloter Pertama, 16 Agustus 2017 dari Wilayah Barsela

Kloter Pertama, 16 Agustus 2017 dari Wilayah Barsela
Foto MODUSACEH.CO/Mirna Gustina
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Jamaah Calon Haji Aceh Kloter pertama akan berangkat 16 Agustus 2017 mendatang yaitu dari wilayah Barat Selatan (Barsela). Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, Drs. H.M Daud Pakeh dalam rapat evaluasi persiapan pemberangkatan Jamaah Haji 2017 bersama seluruh instansi terkait, di Aula Arafah, Asrama Haji, Banda Aceh, Selasa (01/08/2017).

Daud Pekeh mengatakan, demi keadilan penentuan keberangkatan kloter pertama ini dilakukan dengan sistem Qur'ah (pengundian) yang dilakukan pada bulan Ramadhan lalu. "Yang akan berangkat di kloter pertama nanti wilayah Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Singkil dan Subulussalam," kata Daud Pakeh.

Lanjutnya, total Jamaah Calon Haji tahun 2017 yang akan berangkat ada sekitar 4.463 Jamah yang dibagi menjadi 11 kloter. Namun, karena kelebihan kuota dari jumlah tersebut akan ada 156 jamaah yang akan diberangkatkan dan bergabung dengan Embarkasih Medan. Bagi para Jamaah Calon Haji yang ingin membawa obat-obatan untuk dikonsumsiselama menjalankan Ibadah Haji, Daud Pakeh menghimbau agar obat-obatan tersebut dikonsultasikan terlebih dahulu ke bagian kesehatan yang ada. "Apabila disetujui obat tersebut akan dimasukkan dalam daftar dan nantinya pihak medis akan mengeluarkan surat izin," jelas Kakanwil Aceh.

Rapat evaluasi tersebut, turut dihadiri General Manajer (GM) Garuda Indonesia cabang Aceh, Sugiono. Ia menyatakan, akan ada 14 pesawat jenis boing 777 IR yang akan membawa para jamaah. Sugiono juga menghimbau kepada seluruh Jamaah Calon Haji Aceh, agar tidak membawa benda-benda yang mudah terbakar atau benda radio aktif. "Setiap tahunnya selalu ada saja jamaah yang mencoba membawa benda-benda yang dilarang tersebut. Tapi kami ingatkan, demi menjaga keselamatan semuanya, kami berharap para jamaah tidak membawa benda yang membahayakan. Sementara untuk barang yang boleh dibawa seperti gunting, alat cukur, pisau. Namun, barang tersebut harus dimasukkan ke dalam tas besar yang kemudian dimasukkan ke dalam bagasi pesawat, bukan dimasukkan ke dalam tas yang dijinjing," himbau Sugiono.

Selain itu juga turut hadir SKPA terkait dalam proses pemberangkatana Jamaah Calon Haji Aceh tahun 2017 yakni, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Imigrasi Aceh, Angkasa Pura, serta pihak keamaanan dari Polresta Banda Aceh.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...