Breaking News

Sidang Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Aceh Selesai

KIP Aceh Tetapkan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017-2022

KIP Aceh Tetapkan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017-2022
serambinews.com

Banda Aceh I Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh akhirnya menetapkan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Nomor Urut 6, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh sah periode 2017-2022. Penetapan itu, sesuai hasil Sidang Pleno Rekapitulasi Perhitungan Suara Pilkada Aceh, 15 Februari 2017, yang dilaksanakan Sabtu (25/2/2017) di Gedung DPR Aceh, Jalan Tgk Daud Bree-eh, Banda Aceh.

Sebelumnya, seluruh Ketua KIP Kabupaten/Kota di Aceh, membacakan hasil perhitungan surat suara dari masing-masing daerah dan akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dari 2.414.801 suara yang dinyatakan sah. Paslon Nomor Urut 1 Tarmizi Karim- Machsalmina Ali mendapatkan 406.865 suara. Paslon nomor urut 2, Zakaria Saman_ T. Alaidinsyah mendapatkan 132.981 suara, Paslon nomor urut 3 Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usaf mendapatkan 41.908 suara, sementara Paslon nomor urut 4,  Zaini Abdullah- Nazaruddin 167.910 suara dan Paslon nomor urut 5, Nuzakir Manaf- TA Khalid mendapatkan 766.427 suara. Disusul Paslon nomor urut 6, Irwandi Yusuf- Nova Iriansyah mendapatkan 898. 710 suara. “Apakah dapat diterima," tanya Ridwan Hadi. “Ya , dapat kami terima,” jawab semua saksi paslon, kecuali paslon nomor urut 5.

Dihapan semua Ketua KIP Kabupaten/Kota dari seluruh  Aceh yang hadir, Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi yang memimpin sidang  mengaku tidak mempermasalahkan adanya  aksi walk out dari salah satu pasangan calon (paslon). Karena  itu ia tetap melanjutkan sidang. Alasannya, dalam Undang-Undang (UU) pemilihan tidak diperbenarkan menghentikan sidang,  walau ada paslon yang merasa dirugikan. "Ya, silahkan menempuh jalur hukum," ucap Ridwan Hadi.

Ketua Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Samsul Bahri menilai, sikap keluar ruang sidang dari paslon 5,  merupakan langkah yang wajar.  “Itu sudah benar kalau merasa ada yang keliru dari isi formulir C1, karena sebagai alat bukti oleh saksi bila berperkara di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta." Kata Samsul Bahri pada MODUS ACEH.CO, ditemui disela-sela sidang itu. Masih kata Samsul Bahri. "Setiap ada yang tidak sesuai, silahkan protes tapi harus mengisi formulir C 1  yang sudah disediakan. Kalau sudah keluar itu hak mereka, namun rekap harus tetap jalan sesuai undang-undang. Saya juga meminta tadi sedikit waktu untuk berkomunikasi dengan Bawaslu RI dan jangan sampai terjadi kerusuhan dalam gedung, ini  tidak bagus. Makanya saya minta izin berkoordinasi dengan Bawaslu Pusat, lalu kembali jalan sesuai dengan UUD,” kata kata Samsul Bahri.

Dia juga mengatakan, walaupun pimpinan sidang sudah mengetok palu dan mengatakan sah tentang rekaputulasi dan perhitungan suara KIP Aceh Tengah yang sempat dia protes, diakui Samsul Bahri itu tidak masalah. “Nanti kita cocokkan data saja, kalau memang mereka bisa membuktikan di Mahkamah Konstitusi (MK) maka kita liat nanti,” ujarnya. Samsul Bahri juga mengakui, temuan yang disampaikan oleh saksi paslon nomor urut 5, juga sudah dilaporkan pada Panwaslih Aceh. Karena itu pihaknya sudah mengirimkan tim ke seluruh Aceh, termasuk Aceh Tengah. "Saya juga mendengar banyak kecurangan yang terjadi di Aceh Tengah, makanya saya turun ke sana, jadi nanti saya akan cocokkan dengan Formulir C 1 yang menjadi bukti pihak Panwaslih", kata Samsul Bahri.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...