Sikap Mahasiswa Dalam Politik Pilkada Aceh Selatan Kian Terbuka

Khausar Minta Mahasiswa Tidak Terlibat Politik Praktis

Khausar Minta Mahasiswa Tidak Terlibat Politik Praktis
Khausar/Foto Dok

Aceh Selatan | Keterlibatan mahasiswa dalam politik merebut Aceh Selatan satu dan dua pada proses  Pilkada 2018 ini, kian terbuka. Sehingga salah seorang tokoh Pemuda Labuhan Haji Timur, Khausar angkat bicara terkait keterlibatan mahasiswa dalam politik Pilkada Aceh Selatan (AS).

Melalui pesan WhatsApp, Senin (04/06/2018), mantan Ketua WKM-PELATI Banda Aceh Periode 2004-2006 yang juga mahasiswa S3 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu mengajak, selama bulan ramadhan jangan saling tuding-menuding.

“Apa yang sudah terjadi mari kita ambil hikmah dan pelajaran, untuk ke depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya Khausar menyikapi pro dan kontra sikap mahasiswa pada Pilkada Aceh Selatan.

Itu sebabnya,  Khausar menegaskan, idealnya setiap mahasiswa sebagai agent of change, harus menjaga netralitas dan nilai-nilai budaya kemahasiswaannya, yang melekat pada diri mahasiswa. Lanjut Khausar, apa lagi sebagai Ketua Paguyuban Organisasi kemahasiswaan yang merupakan simbol organisasi mendapat mandat dari mahasiswa, untuk menjalankan roda organisasi.

“Agar tidak terjebak dalam ranah politik praktis, kerena kalau mahasiswa sudah terjebak dalam ranah politik praktis  nilai-nilai budaya kemahasiswaannya akan mempengaruhi perilaku dan sikapnya dalam melakukan suatu tindakan,” saran Khausar.

Karena itu, dalam menghadapi situasi dan kondisi Pilkada Aceh Selatan 2018, sebut Khausar, dapat berlangsung Pilkada damai, aman dan bermatabat. Putra Peulumat Aceh Selatan itu, juga berharap, ke depan khususnya mahasiswa Labuhan Haji Timur, tidak membawa nama organisasi paguyuban kemahasiswaan dalam ranah politik.

“Karena kita semua mengetahui organisasi paguyuban mahasiswa bukan politik oleh sebab itu mari kita berhati-hati, dan  menilai dengan baik dalam menjalan tugas serta tanggungjawab kita sebagai mahasiswa yang menjaga nilai-nilai budaya kemahasiswaan dan netralitas,” tutup khausar.

Memang, seperti diberitakan di beberapa media online, keterlibatan mahasiswa bahkan membawa organisasi paguyuban, kian terang dalam proses Pilkada Aceh Selatan 2018. Bahkan, ada yang menyatakan mendukung pasangan A dan B, dan ada juga mengaku kecewa pada timses pasangan tertentu karena merasa ditipu.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...