Pengurus Pengcab FPTI Aceh Besar Periode 2019-2023 Dilantik

Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh Tawarkan Tuan Rumah Kejurnas KU 2020

Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh Tawarkan Tuan Rumah Kejurnas KU 2020
Penyerahan benderah FPTI dari Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh kepada Ketua Umum Pengcab FPTI Aceh Besar (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengrov), Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Aceh, H. Muhammad Saleh, melantik Pengurus Cabang (Pengcab) FPTI Aceh Besar Periode 2019-2023, Sabtu (24/8/2019) di Arena Wall Climbing Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh.

Pelantikan ini bisa disebut istimewa karena bersamaan dengan pembukaan Aceh Open Sport Climbing Competition Series, tanggal 24-26 Agustus 2019 di tempat yang sama. Selain itu, disaksikan Kadispora Aceh Darmansyah serta Wakil Ketua KONI Aceh, H. Safril Antoni.

Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh, H. Muhammad Saleh berharap. Pengcab FPTI Aceh Besar dibawah kepemimpinan Sulaiman (ketua umum), Jafaruddin (sekretaris umum) serta Ata Azhari (wakil ketua) dan pengurus lainnya, dapat lebih aktif melakukan pembinaan atlit berprestasi.

20190824-pelantikan-fpti2

Penandatanganan naskah serah terima (Foto: Ist)

“Sebab, tahun 2020, Aceh telah diputuskan dan ditunjuk Pengurus Pusat (PP) FPTI sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umum (KU) atau junior. Selain itu, tuan rumah PON XXI-2024 di Aceh,” jelas Shaleh, begitu dia akrab disapa.

Itu sebabnya, Shaleh menawarkan kepada Pengcab FPTI Aceh Besar untuk menjadi tuan rumah even nasional tersebut. “Kenapa kami tawarkan kepada Aceh Besar, karena sudah lengkap sarana dan prasarana yang ada, hasil PORA 2018 lalu,” kata Shaleh.

Begitupun dia berharap, pembinaan atlit menjadi  tugas utama pengurus baru tersebut. “Dari catatan kami, atlit Panjat Tebing Aceh Besar pernah menoreh prestasi sebagai juara umum di PORDA atau PORA. Namun, prestasi tersebut anjlok dalam beberapa even atau kejuaraan berikutnya. Ke depan, kondisi ini tak boleh terjadi lagi, sebab Aceh Besar sudah memiliki wall (dinding) yang lengkap,” tegas Shaleh.

Sementara itu, usai pelantikan, kepada media ini, Shaleh kembali menegaskan tentang ketentuan dan keputusan pihaknya, terkait evaluasi pembangunan wall (dinding) panjat tebing bagi Pengcab FPTI di Aceh.

“Kita tetap pada ketentuan, apabila hingga Desember 2019 ada Pengcab FPTI di Aceh yang tidak mendirikan dinding, maka dengan sangat menyesal akan dibekukan kepengurusannya,” tegasnya kembali.

Alasan Shaleh, Panjat Tebing merupakan cabang olah raga (cabor) khusus yang membutuhkan sarana dan prasarana khusus pula. “Jadi, buat apa ada pengurus jika sarana dinding saja tidak ada. Kami tidak mau lagi ada pengurus yang cuma papan nama,” ungkap dia.

Pimpinan Redaksi Tabloid MODUS ACEH dan Portal Berita MODUSACEH.CO itu menyebutkan, hingga saat ini sudah ada sejumlah Pengcab FPTI (kabupaten dan kota) yang telah merealisasikan komitmen tersebut.

Misal, Sabang, Aceh Besar, Bireuen, Aceh Utara/Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Tengah, Kota Langsa, Aceh Barat dan Aceh Selatan. “Nah, dari jumlah tersebut kami nilai sudah cukup untuk membina atlit, asalnya mereka sungguh-sungguh dan serius,” jelasnya.

20190824-pelantikan-fpti3

Pengurus Pengcab FPTI Aceh Besar bersama Ketua Umum FPTI Aceh dan Wakil Ketua KONI Aceh H. Safril Antoni (Foto: Ist)

Ketua Umum Pengcab FPTI Aceh Besar Sulaiman mengaku siap menerima tugas tersebut. “Insya Allah kami siap menjadi tuan rumah Kejurnas KU 2020 di Aceh Besar,” jelasnya. Dia mengaku akan segera membawa kabar ini kepada Bupati dan Wakil Bupati, termasuk DPRK Aceh Besar. “Ini suatu kehormatan pada kami setelah PORA 2018 lalu,” ucapnya.

Komunikasi dengan Muspida Aceh Besar diakuinya penting, sebab terkait perbaikan dan penyempurnaan beberapa sudut arena yang belum seluruhnya selesai. “Kami akan duduk kembali dengan Pengprov FPTI Aceh, untuk memantangkan kembali rencana ini,” ucapnya.***

Komentar

Loading...