Terkait Larangan Mahasiswi Pakai Cadar

Ketua STAIN Meulaboh: Tidak Ada Dalil Larang Pakai Cadar!

Ketua STAIN Meulaboh: Tidak Ada Dalil Larang Pakai Cadar!

Meulaboh | Larangan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogjakarta terhadap mahasiswi yang memakai cadar, kini semakin menuai pro dan kontra. Diminta tanggapan, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tengku Dirundeng Meulaboh, Dr. H. Syamsuar, M. Ag, Jumat (09/03/2018) mengatakan; tidak ada dalil yang melarang memakai cadar!

“Sebenarnya tidak ada satu ayat atau dalil pun yang melarang perempuan memakai cadar. Kalau begitu hukumnya ya boleh, apalagi menyangkut dengan individu tertentu jika menganggap lebih nyaman, lebih aman dengan memakai cadar,” katanya, Jumat sore kemarin.

Sebaliknya, dalil secara khusus untuk memakai cadar, juga tidak ada. Tetapi yang ada, wanita itu diwajibkan menutup auratnya. “Nah, persoalan aurat ini sebagian ulama mengatakan muka dan dua telapak tangan, tapi ada ulama menyebutkan aurat, mungkin saudara kita yang bercadar berdasarkan dalil itu,” jelasnya. Sedangkan kaitan dengan kondisi di UIN Sunan Kalijaga, Ketua STAIN Tengku Dirundeng Meulaboh mengaku tidak begitu mengerti tentang kondisi sosial politik di sana.

“Barangkali hanya jajaran pimpinan Rektor yang lebih mengerti kondisi masyarakat dan mahasiswanya. Kalau di perguruan tinggi lain, baik swasta atau negeri, baik umum maupun agama, banyak yang pakai cadar,” ujarnya.

Menurut Dr. Syamsuar, bagi kaum perempuan, memakai cadar itu lebih merasa aman dan nyaman dari gangguan pihak luar. “Cadar adalah bagaimana seorang perempuan bisa membuat dirinya aman dan nyaman dari gangguan pihak luar. “Apalagi berkaitan dengan menutup aurat,” sebut Ketua STAIN Meulaboh.

Kata Dr. Syamsuar, bagi daerah yang kondisinya gurun pasir di Arab sana, selain menutup wajah dari panas matahari, juga dari pandangan yang bukan muhrim. “Kalau di Indonesia pemakaian cadar walaupun daerah kita tropis, bisa kita lihat dari beberapa penilaian terhadap beberapa mahasiswa, baik yang ada di Aceh maupun di luar, mereka merasa nyaman,” katanya.

Jelas Dr. Syamsuar, beberapa mahasiswi yang sudah ditanyakan, terkait pakai cadar, mereka merasa lebih aman dan nyaman. “Umumnya mereka yang pakai cadar ini hafalan-hadalannya banyak yang terpelihara. Ada beberapa mahasiswi kita yang bercadar dan mereka hafal 30 jus Al-Quran. Jadi, dengan bercadar itu mungkin lebih tawadhu’ ada juga yang kita tanya, alasannya kembali pada masa sejarah dahulu, karena banyak perempuan Arab yang bercadar dan tidak pernah ada larangan dari Rasulullah sendiri,” katanya.

Begitupun, di STAIN Meulaboh tidak banyak mahasiswi memakai cadar, jumlahnya sekitar 10 sampai 15 orang. “Mungkin sekitar sepuluh orang, kita tidak merasa terbebani, malah dengan suasana syariat Islam di Aceh, kita gembira dan senang ada mahasiswi kita yang bercadar,” ujar Dr. Syamsuar, Jumat.

Dr. Syamsuar, M. Ag juga mengatakan, perempuan pakai cadar tidak bisa dikaitkan dengan radikalisme. “Mungkin ada, tapi persentasenya sedikit sekali, kalau kita kaitkan dengan HTI seberapa banyaklah mereka yang belajar di perguruan tinggi, radikalisme itu justru tidak begitu pengaruh dengan pemakaian cadar,” katanya. Bahkan katanya, banyak mereka yang muncul radikal, dari yang tidak bercadar, karena itu Dr. Syamsuar menyarankan harus mendefinisikan ulang, makna dan konsep radikalisme itu.

“Mengapa kepada orang-orang yang bercadar kita berikan stigma demikian, padahal mereka orang-orang yang menutup aurat yang dianjurkan agama? Lalu, kenapa kepada mereka yang kerjanya menggerogoti Negara dari dalam seperti korupsi, tidak kita masukkan dalam radikalisme? Koruptor itu kan menghancurkan Negara juga? Bahkan kejahatan yang paling besar,” sebutnya.

Makanya, ada keraguan terhadap mahasiswi memakai cadar, sebaiknya dilakukan pembinaan. Sebab, di kampus ada penasehat akademik (PA). “Rektor dan jajaran akademik ada Penasehat Akademik (PA) untuk membina terus, itu tugas dosen, mereka itu anak-anak kita. Kalau salah apanya yang salah, perlu dijelaskan,” katanya menyarankan.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...