Ramli MS-Banta Puteh Syam Dilantik 10 Oktober Ini

Ketua STAIN Meulaboh : Bupati Baru Harus Perjelas Format Kota Tasawuf

Ketua STAIN Meulaboh : Bupati Baru Harus Perjelas Format Kota Tasawuf
(Juli Saidi/modusaceh.co)
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Ramli MS dan Banta Puteh Syam dijadwalkan pada 10 Oktober 2017. Bahkan jadwal tersebut sudah dipastikan final. “Kita sudah dipanggil ke Banda Aceh dan pelantikan tanggal 10 Oktober nanti,” kata Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Drs. Ahdi Mirza, di kantor Bupati, Senin (02/10/2017).

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, itu dilakukan setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Nagan Raya HM Jamin Idham dan Chalidin pada tanggal 09 Oktober 2017. Dua pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat dan Nagan Raya, itu dibenarkan oleh Kepala Biro Pemerintahan Setda Aceh Fran Delian. “Iya benar,” kata Karo Pemerintahan Setda Aceh, melalui WhatsApp, Senin (02/10).

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati yang tinggal hitungan hari lagi itu, lantas apa pendapat akademisi dari Meulaboh. Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tengku Dirundeng, Meulaboh, Dr. H. Syamsuar, M. Ag, Senin (02/10) mengatakan, pekerjaan rumah (PR) Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat yang baru, diharapkan apa yang pernah dijanjikan pada masyarakat, itu harus menjadi prioritas utama. “PR itu sesuai dengan janji-janji politik yang sudah beliau sampaikan pada masyarakat banyak,” kata Dr. H. Syamsuar, S. Ag.

Begitu juga dalam pembangunan infrastruktur, akademisi itu berharap agar pembangunannya lebih meningkat dari Pemerintahan Bupati HT. Alaidinsyah. Karena diakui Ketua STAIN tersebut, dalam hal pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan dan gedung, itu ada perubahan.

“Pembangunan infrastruktur, diharapkan lebih dari Pemerintahan Tito. Ini harus diimbangi oleh Bupati baru,” kata Dr. H. Syamsuar, S. Ag, Senin (02/10). Selain itu sebut Dr. H. Syamsuar, S. Ag, bahwa Bupati Aceh Barat terpilih juga ada menjanjikan untuk melunasi hutang yang belum diselesaikan pada periode 2007-2012 silam, maka ini juga perlu dilanjutkan.

Misal dalam hal penegakan Syariat Islam versi Bupati Ramli MS. “Seperti razia-razia ditingkatkan, itu harapan ulama dan masyarakat,” sebutnya. Begitu juga dalam hal Kota Tasawuf. Menurut Ketua STAIN Meulaboh itu, format Kota Tasawuf, itu harus dipertegas kembali. “Apakah dengan shalat atau dengan zikir 1000. Harus jelas, kemudian salat berjamaah harus nampak, dulu sudah nampak, kemudian dilanjutkan oleh Tito dengan model yang berbeda. Ini coba diwujudkan kembali,” kata Dr. H. Syamsuar, S. Ag.

Sedangkan janji Ramli MS pada kampanye pada Februari 2017 lalu, yang sempat menyampaikan terkait bantuan untuk masyarakat, yaitu bantuan Rp 15 juta, ini juga harus dijelaskan. “Janji Rp 15 juta per KK, ini juga harus ditafsirkan kembali bagaimana,” ujarnya.***

Komentar

Loading...