Breaking News

Terkait Pengangkatan Plt Ketua MAA

Ketua MDPM Aceh Besar: Kami Akan Galang Dukungan Melawan Kebijakan Plt Gubernur Aceh

Ketua MDPM Aceh Besar: Kami Akan Galang Dukungan Melawan Kebijakan Plt Gubernur Aceh
Sudirman M. Ali, Ketua MDPM Aceh Besar. Foto: facebook/aceh.tribunnews.com

Banda Aceh | Majelis Duek Pakat Mukim (MDPM) Aceh Besar menolak kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang mengangkat Plt Ketua Majelis Adat Aceh (MAA).

Mereka mengaku akan terus menggalang dukungan dati setiap daerah untuk melawan penunjukan tersebut.

Sebelumnya, Nova Iriansyah mengangkat mantan Khatibul Wali Nanggroe Aceh, Saidan Nafi sebagai Plt MAA, Jumat (22/2/2019).

Pengangkatan itu disesalkan semua pihak karena, MAA telah melaksanakan Mubes dan menetapkan Badruzzaman Ismail sebagai Ketua MAA periode 2019-2023.

Namun, Nova Iriansyah mengatakan pemilihan itu ditengarai menyalahi aturan perundangan-undangan.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat menyerahkan Surat Keputusan penunjukan Plt Ketua Majelis Adat Aceh, Saidan Nafi. Foto: acehtrend.com

"Setelah mengikuti polemik serta mempelajari dan mengkaji dengan seksama, pokok-pokok pikiran Surat Gubernur Aceh, Nova Iriansyah tentang penolakan pengukuhan pengurus MAA hasil Mubes tahun 2018, maka kami dari Pengurus Majelis Duek Pakat Mukim Aceh Besar menolak kebijakan Nova Iriansyah," tegas Ketua MDPM Aceh Besar, Sudirman M. Ali, SH pada media ini, Senin (25/2/2019).

Menurut Sudirman, pihaknya meyakini bahwa pelaksanaan Mubes MAA Provinsi tahun 2018 yang dibuka secara resmi Gubernur Aceh, diwakili Sekretaris Daerah Aceh Drs. T. Darmawan, MM adalah sah sesuai dengan ketentuan Qanun Provinsi Aceh Darussalam Nomor 3 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Majelis Adat Aceh.

"Kami sangat menyesali keputusan sepihak Plt. Gubernur Aceh yang sewenang-wenang menolak pengukuhan Pengurus MAA Provinsi yang dipilih secara sah melalui mekanisme Mubes. Kami menilai disamping tidak menunjukkan sikap bijak dan arif, keputusan Plt. Gubernur Aceh dimaksud dapat juga memicu keresahan dan konflik baru di tengah-tengah masyarakat," ungkapnya.

Dia meminta semua pihak mengedepankan sikap kenegarawan dan kearifan sebagai ayah yang baik bagi seluruh Rakyat Aceh.

Itu sebabnya, MDPM Aceh Besar memohon Nova Iriansyah untuk meluangkan waktu duduk bersama dengan Pengurus MAA hasil Mubes 2018, guna menemukan solusi terbaik, arif dan bijaksana dalam menyelesaikan permasalahan ini.

"Sebagai Ureung-Ureung Tuha di Wilayah Aceh Lhèè Sagoe (sebagai orang tertua di wilayah Aceh Besar), kami akan menaruh hormat dan takzim kepada Nova Iriansyah jika berlapang hati untuk membuka ruang dialog dalam rangka menyelesaikan permasalahan ini. Namun, jika Nova berkukuh dengan sikap kesewenang-wenangnya, maka dengan berat hati kami nyatakan akan terus membangun semangat perlawanan yang keras terhadap keputusan tersebut," tegasnya.***

Komentar

Loading...