Pelantikan Pengurus HMI Cabang Banda Aceh Periode 2019-2020

Ketua Koordinator Presidium KAHMI Banda Aceh: Pilih Caleg dari Kader HMI!

Ketua Koordinator Presidium KAHMI Banda Aceh: Pilih Caleg dari Kader HMI!
H. Muhammad Saleh, Ketua Koordinator Presidium KAHMI Banda Aceh
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Ketua Koordinator Presidium Korps Alumni, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banda Aceh, H. Muhammad Saleh SE, meminta dan menghimbau seluruh kader dan alumni HMI di Aceh umumnya dan Banda Aceh khususnya, untuk memilih kader terbaik organisasi ini pada Pileg DPRK, DPRA, DPD RI dan DPR RI, 17 April 2019 mendatang.

“Apakah kita semua setuju,” tanya Saleh, begitu dia akrab disapa. Lalu dijawab: Setuju! ratusan alumni dan kader HMI yang hadir pada pelantikan Pengurus HMI Cabang Banda Aceh Periode 2019-2020 di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Jumat (29/3/2019) malam.

Kata Saleh, kader dan alumni HMI tersebar di seluruh partai politik (parpol), baik nasional maupun lokal. Ini sebabnya, menjadi potensi besar untuk keberlansungan dalam merawat syariat Islam di Aceh serta keutuhan NKRI.

20190330-pelantikan-hmi

“HMI adalah organisasi perkaderan dan perjuangan, bukan pergerakan. Jadi, berbeda dengan Ormas dan OKP lainnya. Karena itu, jangan putus melahirkan kader dan teruslah berjuanguntuk kemaslahatan ummat. Salah satunya, memperjuangkan seluruh kader dan alumni terbaik HMI untuk duduk di kursi legislatif 2019,” ajak Saleh yang disambut aplus undangan yang hadir.

Sementara itu, usai acara pelantikan, kepada media ini, Saleh mengulas. Sebagai organisasi kader terbesar di Indonesia, HMI yang didirikan 5 Februari 1947 di Yogyakarta, memiliki rentetan sejarah panjang bangsa Indonesia. Terutama saat-saat genting menghadapi Partai Komunis Indonesia (PKI) 1948 di Madiun serta tahun 1965.

Berbeda dengan Ormas, OKP serta organisasi mahasiswa ekstra kampus lainnya, yang lahir saat Orde Lama (Orla) dan Orde Baru (Orba) atau bahkan Orde Reformasi. “Jadi, bagi kader HMI, keberadaan PKI itu bukan ilusi apalagi hoax. Tapi, para pendiri HMI telah merasakan sendiri betapa kejamnya PKI. Dan, musuh utama mereka adalah HMI,” tegas Saleh.

Terkait pelantikan Pengurus HMI Cabang Banda Aceh. Dia memberi pesan agar tetap menjalankan organisasi ini, sesuai aturan main yang ada yaitu, AD/ART, pedoman organisasi (PO) serta doktrin Nilai Identitas Kader (NIK). Jika tidak, maka perjalanan organisasi akan terguncang dan terkendala.

“Saat detik-detik kejatuhan pesawat Lion Air di perairan Karawang beberapa waktu lalu. Sang pilot terlambat beberapa detik untuk mempelajari buku petunjuk mesin yang ada, hingga akhirnya hilang kontak dan jatuh. Begitu juga di HMI, semua memiliki aturan main hingga bagaimana format protokoler. Jika melenceng, maka akan banyak menemui kendala,” ulasnya berilustrasi.

Masih kata Saleh. “HMI memiliki tujuan; terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah subhanahu wata'ala. Maka, seorang kader HMI memiliki tanggungjawab keummatan dan kebangsaan, utamanya kepada Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi,” jelasnya.***

Komentar

Loading...