66 Lulusan STAIN TDM Diwisuda

Ketua Harapkan Alumni Bermental Driver

Ketua Harapkan Alumni Bermental Driver

Meulaboh | Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM) mewisuda 66 lulusan sarjana angkatan VI pada rapat senat terbuka yang digelar di aula induk kampus setempat, Kamis (11/4/2019). Keseluruhan wisudawan tersebut terdiri dari 40 lulusan Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, 25 lulusan Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, dan 1 lulusan Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam.

Ketua STAIN TDM, Dr. Inayatillah, kepada wisudawan menyampaikan, sudah seharusnya kampus mereka berusaha melakukan berbagai perubahan untuk perkembangan di masa depan. Termasuk perubahan pola pikir, agar tidak terperangkap pada kejayaan masa lalu. “Tapi bersiap dengan strategi menghadapi masa depan. Pemahaman ini, harus mampu dipahami semua unsur dalam satu lembaga, terutama pendidikan tinggi,” ujar Inayatillah.

Inayatillah menuturkan, menjadi pemimpin di era yang serba berubah seperti hari ini memerlukan kemampuan-kemampuan baru. Terlebih pada era disrupsi saat ini, perubahan menjadi sifat yang sangat cepat. Karenanya tiap lembaga, terutama perguruan tinggi seperti STAIN TDM membutuhkan human capital yang bermental driver.

Dijelaskannya, mental driver yang dimaksud adalah mereka yang memiliki tujuan dan kemauan kuat, serta tidak pernah lelah dalam berkontribusi bagi lembaga. “Sehingga nantinya mampu bersaing dan mensejajarkan diri, bahkan melebihi perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya di Aceh, Indonesia dan dunia. Mental semacam ini sangat erat kaitannya dengan pola pikir. Membangun pola pikir yang berkembang, tentu membutuhkan latihan khusus,” terangnya.

Menurutnya, semua permasalahan yang terjadi hari ini, mau tidak mau, lembaga pendidikan harus mampu mencari jalan keluarnya. Jika tidak, maka akan sulit mewujudkan pendidikan yang kontekstual terhadap zaman. Setidaknya ada tiga langkah yang harus dilakukan oleh lembaga pendidikan di era 4.0, yaitu disruptive mindset, self-driving, dan reshape or create.

“Disruptive mindset adalah bagaimana manusia berpikir ditentukan oleh setting yang kita buat, sebelum berpikir dan bertindak. Self-driving, menciptakan organisasi yang tangkas dan dinamis dengan sumber daya manusia (SDM) bermental pengemudi yang baik (good driver) bukan penumpang (passanger). Create, yaitu menciptakan sesuatu yang sama sekali baru, seperti pengembangan sistem pelayanan berbasis digital,” paparnya.

Disruptive innovation ialah inovasi yang tidak sekadar mengubah bentuk, ukuran dan desain, melainkan inovasi menyeluruh yang mengubah metode, cara kerja, bahkan sesuatu yang tidak lagi relevan. Inayatillah berharap, lulusan STAIN TDM dapat menjadi lulusan yang mampu melakukan self-disruption. Menjadi good driver, bukan passanger. Senantiasa membuka diri, cepat dan tepat membaca situasi, berintegritas dan tangkas dalam bertindak.

“SDM yang bermental good driver akan mau membuka diri, cepat dan tepat membaca situasi, berintegritas, tangkas dalam bertindak, waspada terhadap segala kemungkinan buruk, dan mampu bekerja efektif, inovatif, dan efisien,” pesannya.***

Komentar

Loading...