Terkait Penolakan Warga Terhadap Buruh Tiongkok

Ketua DPRK Aceh Besar: PT. LCI Lhoknga Terlalu Banyak Masalah!  

Ketua DPRK Aceh Besar: PT. LCI Lhoknga Terlalu Banyak Masalah!  
Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman SE (mengenakan baju batik merah)

Banda Aceh | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Sulaiman, SE, mendukung penuh aksi demontrasi warga Kecamatan Lhoknga, menuntut PT. Larfage Cement Indonesia (LCI) untuk memperkerjakan warga sekitar. Bahkan, politisi Partai Aceh ini menilai, perusahaan tersebut terlalu banyak menimbulkan masalah.

“Dari dulu kami telah memperingatkan mereka (PT.LCI), jangan sampai terjadi gesekan dengan warga sekitar. Namun, mereka tetap tak mau menerima saran kami. Makanya, saya berkesimpulan, kehadiran perusahan ini memang banyak menimbulkan masalah,” ungkap Sulaiman pada MODUSACEH.CO, Selasa (26/2/2019).

Sulaiman menegaskan. Pihaknya tidak anti insvestor asing. Bahkan, ia bersama dengan jajaran Pemkab Aceh Besar, tetap komit mempercepat birokrasi administrasi bagi penanam modal asing yang mau melakukan investasi di Aceh Besar. Namun, harus mematuhi aturan yang telah disepakati sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Jika kehadiran mereka tidak menguntungkan rakyat sekitar, maka ini menjadi masalah. Karena, dampak lingkungan yang ditimbukan dari aktifitas PT. LCI ini sangat besar, dan yang menerima dampak tersebut adalah warga Lhoknga dan Leupung. Makanya, sudah sewajarnya mereka marah, apalagi PT. LCI ini terbukti memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) illegal asal Tiongkok,” tegasnya.

Sulaiman menceritakan. Beberapa waktu lalu, DPRK Aceh Besar telah memanggil PT. LCI terkait beberapa persoalan yang ingin akan dilakukan konfirmasi. Namun, dengan berbagai alasan, managemen PT. LCI menolak hadir dan sampai kini belum mengatakan bersedia untuk hadir.

“Sebenarnya, kami telah banyak menerima laporan tentang aktifitas PT. LCI yang tidak baik. Maka saya katakan banyak masalah. Dan, kami sempat kesal karena tidak hadir dan seolah- olah tidak menghargai kita sebagai tuan rumah. Padahal, kalau mereka hadir kemarin itu, dapat kita sampaikan apa yang menjadi aspirasi warga sekitar. Sehingga, tidak menimbulkan aksi seperti ini (demo),” ungkapnya.

Dia meminta PT. LCI untuk mengabulkan apa yang menjadi tuntutan warga. Apalagi, yang dituntut adalah meminta PT.LCI tidak memperkerjakan TKA non skill, yang aturan tersebut telah lama menjadi kesepakatan antara PT. LCI dengan warga Kecamatan Lhoknga dan Leupung. Sehingga, gesekan-gesekan yang bersifat anarkis dapat dihindari.

"Saya meminta PT. LCI untuk mengutamakan tenaga kerja lokal, sesuai dengan amanah UUD NRI 1945 Pasal 27 ayat (2) yang menyebutkan bahwa, tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Dan, masyarakat sekitar serta seluruh Aceh harus menerima manfaat atas hasil alam yang dimiliki. Ada pepatah orang Aceh, bek sampe buya krung te dong-dong, buya tamong meraseuki (jangan sampai warga pribumi tidak mendapatkan apa-apa. Sedangkan warga pendatang mendapat keuntungan),” harapnya.***

 

Komentar

Loading...