Breaking News

Terkait Bentrok Mahasiswa dan Aparat Kepolisian

Ketua DPR Aceh: Plt Gubernur Aceh Jangan Menghidar!

Ketua DPR Aceh: Plt Gubernur Aceh Jangan Menghidar!
Ketua DPR Aceh Tengku Sulaiman (Foto: Muhammad Saleh)
Rubrik

Banda Aceh | Ketua DPR Aceh Tengku Sulaiman SE, MSM mengecam keras terjadinya bentrok antara mahasiswa dengan aparat Kepolisian pada aksi demontrasi di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/4/2019) sore tadi. “Harusnya, peristiwa itu tak perlu terjadi andai Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah lebih peduli dan peka dengan aspirasi rakyat yang disuarakan mahasiswa se-Aceh,” kata Tengku Sulaiman dalam wawancara khusus dengan media ini, Selasa malam.

Itu sebabnya, politisi Partai Aceh (PA) tersebut menyayangkan peristiwa ini muncul, apalagi pelaksanaan Pileg dan Pilres 2019 tinggal satu pekan lagi. “Kita butuh suasana damai, aman dan sejuk. Karena itu, harusnya Plt Gubernur Aceh tidak membuka ruang terjadinya aksi yang dapat memancing kondisi menjadi tidak kondusif,” kritik Tengku Sulaiman.

20190409-aksi2

Menurut Tengku Sulaiman, aksi demo mahasiswa terkait penolakan izin tambang PT. EMM yang disuarakan mahasiswa se-Aceh, harus dilihat sebagai tanggungjawab anak bangsa terhadap rakyatnya. Selain itu, ini membuktikan adanya kelemahan dari sosok kepemimpinan Aceh saat ini.

“Saya mendapat laporan dari adik-adik mahasiswa bahwa mereka sudah pernah bertemu dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan membicarakan masalah ini. Nova berjanji akan bertemu kembali untuk berdiskusi lebih lanjut. Namun itu tak terlaksana, sehingga adanya aksi dari adik-adik mahasiswa. Kenapa begitu sulit untuk bertemu dan berkomunikasi dengan generasi muda, agen perubahaan bangsa ini,” kata Tengku Sulaiman.

Ketua DPR Aceh Tengku Sulaiman juga mengungkapkan. Persoalan izin PT. EMM juga menjadi perhatian serius pihaknya, melalui fraksi dan komisi terkait. Bahkan, anggota DPR Aceh ikut menjadi saksi pada persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta beberapa waktu lalu.

Nah, Komisi II DPR Aceh dengan tegas menolak pemberian izin pertambangan kepada PT Emas Mineral Murni (EMM) yang dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nomor 66/I/IUP/PMA/2016. Alasannya, pemberian izin tersebut melanggar kewenangan Aceh seperti yang diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh atau UUPA.

Sekedar informasi, aksi demontrasi yang dilaksanakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Senin (9/4/2019) pagi hingga sore, berakhir bentok. Jajaran Kepolisian dari Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh, terpaksa melakukan tembakan gas air mata dan menyemprot air dari mobil water canon, untuk membubarkan  aksi demontrasi mahasiswa ini.

Akibatnya, pergesekan antara seribuan mahasiswa dengan aparat kepolisian tak dapat dihindarkan. Ini disebabkan, para peserta aksi ingin masuk ke ruang Kantor Gubernur Aceh. Selain itu, batas waktu aksi juga sudah habis.

Amatan media ini di lokasi, peserta aksi ikut membakar ban bekas hingga asap hitam membumbung tinggi. Lalu, disusul pelemparan botol minuman ringan ke arah petugas. Merasa tidak puas, para peserta aksi terus mengelar demontrasi, sambil meminta Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk datang, menemui mereka. Namun, kabarnya Nova sedang tidak berada di Banda Aceh.

Tiba-tiba para mahasiswa tersebut tersulut emosi hingga akhirnya sejumlah pot bunga di depan lobi kantor Gubernur Aceh pecah dan rusak. Untuk mengantisipasi kondisi yang semakin tidak kondusif, jajaran Kepolisian dari Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh, mengambil tindakan tegas dengan membubarkan massa peserta aksi. Karena bentrokkan ini, ada beberapa mahasiswa yang mengalami luka-luka di bagian tubuh dan muka.

Memang, ada seribuan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Aceh, mengelar aksi demontrasi ke Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Selasa (9/4/2019). Mereka menuntut Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mencabut izin tambang PT. EMM yang beroperasi di Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

“Kita tidak mau lagi Aceh digadai dan dijual kepada orang luar Aceh, sementara rakyat Aceh masih kelaparan. Kita tak mau lagi mengalami pengalaman pahit seperti PT. Arun dulu di Lhokseumawe,” teriak salah satu pendemo dalam orasinya.

20190409-aksi3

Di bagian lain, peserta aksi juga sepakat untuk tetap terus mengawal izin PT.EMM melalui Pemerintah Aceh. “Kita siap melawan sampai kapan pun jika Plt Gubernur Aceh tidak mencabut izin PT. EMM,” sebut mereka, yang meminta Nova Iriansyah untuk menemui mereka.

Begitupun, Karo Humas dan Protokoler, Setda Aceh Rahmat Raden menyebutkan. Saat ini, Plt Gubernur Aceh tidak berada di Banda Aceh. “Beliau sedang menemani salah seorang Menteri di Aceh Tengah,” jelasnya. Tak berhenti sampai disini, peserta aksi demo juga menyebutkan. “Setelah keputusan KPK tadi malam terhadap Irwandi Yusuf, maka tidak ada alasan lagi bagi Plt Gubernur Aceh untuk menyatakan dia tidak memiliki wewenang untuk mencabut izin PT. EMM,” ujar mereka yang disambut takbir dan yel-yel mahasiswa. Hingga berita ini diwartakan, aksi yang melibat seluruh BEM dari berbagai universitas di Banda Aceh dan Unimal Lhokseumawe ini masih berlangsung.***

Komentar

Loading...