Dibalik Mosi tak Percaya Sembilan BPC HIPMl Aceh

Ketua BPD HIPMI Aceh Furqan: Tidak Puas, Calon Mereka Tidak Lulus! 

Ketua BPD HIPMI Aceh Furqan: Tidak Puas, Calon Mereka Tidak Lulus! 
teropongaceh.com
Penulis
Rubrik

Banda Aceh l Ketua  Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD-HIPMI) Aceh, M. Furqan Firmandez menanggapi santai, terkait mosi tidak percaya yang dilayangkan 9 Badan Pengurus Cabang (BPC- HIPMI) pada dirinya. "Saya menduga, mereka tidak terima karena calon ketua yang mereka usung tidak lolos verifikasi, makanya melakukan somasi pada saya," jelas Furqan pada media ini, di Banda Aceh, Selasa, (23/1/18).

Katanya, dalam waktu dekat masa kepemimpinannya akan habis (2016-2018). Itu sebabnya, pengurus BPD HIPMI Aceh akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) XIII yang dijadwalkan Februari 2018. Nah, dalam melakukan persiapan Musda XIII HIPMI Aceh, merupakan ranah Steering Committee (SC) yang dipimpin Ketua l Irwanto, mulai dari membuka pendaftaran, memverifikasi, hingga menetapkan Calon Ketua Umum (caketum) HIPMI Aceh. "AD/ RT HIPMI menjabat sebagai ketua sekali dalam seumur hidup, jadi kalau mereka 'menembak' saya tidak ada kepentingan di sini," ungkapnya.

Awalnya, kata Furqan terdaftar dua Caketum BPD HIPMI Aceh yaitu Fahlevi Andza Murphy dan Rizky Syahputra. Namun hingga saat diverifikasi, Rizky Syahputra tidak melampirkan sertifikat Diklatda sebagai syarat wajib pendaftaran calon. “Faktanya Rizky memang tidak ikut Diklatda. Tim SC yang memverifikasi langsung ke panitia Diklatda bahwa dia tidak ikut,” ujar Furqan.

Berdasarkan, keputusan SC tersebut muncullah mosi tidak percaya pada dirinya. "Saya tidak ada kepentingan di situ. Dua Caketum HIPMI adalah kawan baik saya. Tapi, kita juga punya AD/RT. Dimana, disebutkan Caketum HIPMI harus menglampirkan Sertifikat Diklatda. Kalau tidak ada berarti SC harus menggugurkan," tegasnya.

Dia juga menilai, mosi tidak percaya itu tidak tepat bila dialamatkan pada dirinya. Sebab, hasil verifikasi diumumkan oleh SC, yang juga disebutkan dalam AD/RT HIPMI. "Saya juga melihat ada orang dibelakang 9 DPC HIPMI yang bermain, muncul ini ketika akan Musda dan tahun-tahun politik. Biasalah lagi semangat- semangatnya, "ujar Furqan.

Dalam kesempatan itu, Furqan juga mengklarifikasi terkait jumlah DPC HIPMI di Aceh. Menurutnya, hingga kini ada 17 DPC HIPMI, bukan 14 DPC HIPMI seperti yang disebutkan dalam mosi tidak percaya itu. "Saya katakan yang mengajukan mosi ini juga tidak memahami struktur organisasi HIPMI. Seperti, DPC Aceh Selatan, Aceh Timur, Aceh Jaya. Ini ketua baru aktif dua bulan, karena mau Musda. Mereka juga belum kita lantik," tegasnya lagi.

Dia juga menyesalkan, pemberitaan di media massa tanpa melakukan konfirmasi pada dirinya. Sebab, apa yang disampaikan itu semua untuk mencermarkan nama baiknya. "Saya juga sedang mempelajari somasi ini, kalau melanggar AD/ RT kita akan tempuh jalur hukum, lucunya karena duluan media mendapat surat somasi daripada saya sebagai Ketua BPD. Mungkin kita akan balik menggugat," tegas Furqan.

Sebelumnya, 9 BPC HIPMI melakukan somasi pada Ketua BPD HIPMI Aceh Furqan Firmandez. Mereka adakah Ketua Umum BPC HIPMI Aceh Selatan, Hadi Surya STP MT yang mewakili pengurus dari sembilan BPC mengatakan, mosi tidak percaya itu dilayangkan pihaknya pada 20 Januari 2018 ke BPD HIPMI Aceh dengan tembusan ke Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI di Jakarta. “Kekecewaan kami kepada BPD HIPMI Aceh sudah berlangsung lama, sekarang klimaksnya,” ujar Hadi.

Dia mengatakan, puncak kekecewaan sembilan pengurus cabang yaitu pada saat penetapan calon Ketua Umum (Caketum) BPD HIPMI Aceh yang disampaikan secara sepihak.

“Kami menyesalkan sikap BPD seperti ingin menjegal calon tertentu, yaitu Rizky Syahputra. Dia dianulir karena dianggap tidak ikut Diklatda sehingga muncullah calon tunggal sebagai bagian yang patut diduga untuk pengondisian,” kata Hadi yang dibenarkan Pengurus HIPMI dari BPC lainnya dalam keterangan tambahan, Senin kemarin.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan sembilan BPC HIPMI Aceh bukan untuk mendukung salah satu calon. Namun kata Hadi, ini bagian dari pendidikan berdemokrasi sehingga diharapkan semakin terbuka ruang untuk berkompetisi yang out putnya semakin menyehatkan HIPMI. “Kami ingin menyelamatkan lembaga ini dan mengimpikan pemilihan ketua yang demokratis,” jelasnya.***

Komentar

Loading...