Breaking News

Laksanakan Tugas Partai

Ketua Bidang PP Wil. Sumatera I dan Korwil Aceh DPP Partai Golkar Evaluasi Hasil Pilkada Aceh

Ketua Bidang PP Wil. Sumatera I dan Korwil Aceh DPP Partai Golkar Evaluasi Hasil Pilkada Aceh
dok. MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Tiga dari enam fungsionaris DPP Partai Golkar, Jumat malam (28/4/2017), mengelar pertemuan tertutup dengan Pengurus Harian serta Koordinator Daerah (Korda) DPD I Partai Golkar Aceh di Kantor DPD I Partai Golkar Aceh di Banda Aceh. Mereka adalah,  Andi Sinulingga (Ketua Bid. PP Wil. Sumatera I-Sumatera Utara dan Aceh), H. Firmandez (Ketua Korwil Aceh), Kaharuddinsyah (Sekretaris Korwil Aceh). Sementara Sayed Fuad Zakaria, Salim Fakhri Muntasir Hamid dan Cut Riska Septiani (anggota Korwil Aceh) tidak hadir.

Tujuan pertemuan itu adalah, mengevaluasi hasil Pilkada Aceh serentak 2017 serta mengatur rencana maupun strategi menghadapi Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Aceh Selatan, Pidie Jaya serta Kota Subulussalam. Rapat yang semula mengundang seluruh pengurus, akhirnya bergeser hanya untuk pengurus harian dan koordinator daerah (korda), dipimpin Ketua DPD I Partai Golkar Aceh TM.Nurlif.

Pertemuan ini sesuai surat tugas DPP Partai Golkar, No: ST-170/DPP/Golkar/IV/2017, tanggal 12 April2017. “Tugas yang diberikan ini bertujuan untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta mengevaluasi kinerja DPD I Partai Golkar Aceh. Ini sesuai dengan kewenangan yang diberikan kepada kami,” sebut Firmandez.

Meski pertemuan dilakukan tertutup untuk insan pers, namun sejumlah sumber media ini mengaku. Pertemuan kesekiankalinya ini tetap berlangsung alot dan relatif panas. Terutama saat Ketua Harian DPD I Partai  Golkar Aceh M.Yusuf Ishaq mempertanyakan sejumlah dana yang masuk dan keluar, yang diterima Ketua DPD I Partai Golkar Aceh TM. Nurlif baik ketika berlangsungnya Munaslub DPP Partai Golkar di Bali serta terkait Pilkada Gubernur Aceh, Bupati serta Walikota di Aceh. “Saya tahu semua itu sebab saya pernah ikut terlibat di dalamnya,” ungkap M. Yusuf Ishaq atau akrab disapa Cek Sup ini. Kabarnya, ada Rp500 juta yang diserahkan paslon Gubernur Aceh Tarmizi A. Karim-T.Machksalmina Ali kepada Ketua DPD I Partai Golkar Aceh.

Sementara itu, Sekretaris Umum DPD I Partai Golkar Aceh T. Macksalmina Ali juga memaparkan berbagai praktik administrasi partai yang menurutnya sudah tidak berjalan normal. “Bayang, ada surat yang discan dan saya tidak menandatanganinya,” beber mantan calon Wakil Gubernur Aceh yang berpasangan dengan H. Tarmizi A. Karim. Ampon Macks begitu dia disapa, juga mengungkap adanya bantuan Rp 500 juta dari Tarmizi A Karim yang diberikan kepada Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM.Nurlif untuk operasional pemenangan pihaknya. Namun diduga tak menetes kepada tim dan DPD II. “Yang jelas, setelah pertemuan malam ini, kami baru tahu tentang adanya dugaan pat gulipat dalam manajemen Partai Golkar Aceh,” ungkap seorang peserta rapat.

Sebenarnya, dugaan adanya pengunaan dana yang tidak transparan sudah mulai berhembus sejak beberapa waktu lalu, usai Munaslub Partai Golkar di Bali. Namun,  kabar tak sedap ini sempat redup dan muncul kembali pada rapat Jumat malam lalu.

Ketua DPD I Partai Golkar TM. Nurlif kepada media ini beberapa waktu lalu sempat menepis isu tersebut. “Tidak benar itu, mana buktinya jangan cuma bicara di warung-warung kopi,” tantang dia. “Karena itulah saya beberkan malam itu, jika tidak direspon maka saya akan buka di warung-warung kopi dan media, biar semua jelas,” kata Cek Sup saat dikonfirmasi. Begitupun, Cek Sup meminta media ini untuk duduk secara khusus. Pengakuan serupa juga diungkap Ampon Machsalmina. “Selama ini saya diam bukan berarti pasif. Malah  dituduh saya sering tak masuk kantor. Apa mereka tak tahu kalau saya maju pada Pilkada lalu,” gugat Ampon Machks.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...