Terkait Penolakan Kehadiran Surya Paloh ke Unsyiah

Ketua Bappilu NasDem Aceh Banta Syahrial: BEM Unsyiah Jangan Subjective  

Ketua Bappilu NasDem Aceh Banta Syahrial: BEM Unsyiah Jangan Subjective  
google.com

Banda Aceh I Teuku Banta Syahrial, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem Aceh, menanggapi penolakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah),  Banda Aceh terhadap kehadiran Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di kampus tertua di Aceh itu.

Menurutnya, BEM Unsyiah jangan subjective melihat sosok seseorang. Walaupun benar Surya Paloh merupakan Ketum Partai NasDem, namun beliau melekat juga sebagai orang Aceh dan tokoh nasional.  Jadi wajar saja Unsyiah mengundang ketua umumnya untuk memberi kuliah umum dan menyampaikan motivasi bagi mahasiswa dan seluruh insan kampus, sekalipun kuliah umum disampaikan tokoh politik.

“Pada prinsifnya, kita kembalikan pada Rektorat Unsyiah Banda Aceh,” kata Teuku Banta Syahrial pada media ini, Kamis (10/5/18).

Sebenarnya, kata Banta Syarial, ini merupakan hal biasa dilakukan di setiap kampus mana pun di Indonesia. Terpenting, dalam kegiatan itu tidak membawa embel-embel kelompok politiknya dan juga tidak kampanye politik.

“Unsyiah juga bukan kali ini saja mengundang tokoh politik untuk memberikan kuliah umum. Banyak sudah para tokoh politik hadir memberikan kuliah umum. Seharusnya tidak menjadi persoalan. Dan kami pikir Rektorat Unsyiah sangat bijak untuk hal ini, dan sangat visioner melihat pentingnya para tokoh-tokoh memberikan kuliah umum untuk mahasiswa,” ungkapnya.

Dia mengharapkan, adik-adik di BEM Unsyiah untuk lebih luas melihat kegiatan ini, dan jangan mempolititasi tujuan Rektorat Unsyiah. Kehadiran tokoh politik seperti Surya Paloh jangan dilihat seolah sebagai orang yang berkampanye partainya di kampus.

Surya Paloh merupakan putra Aceh, tokoh nasional, terlibat penuh dalam perbaikan dan pembaharuan Indonesia sepanjang perjalanan karir hidupnya.

“Seperti tokoh lain yang pernah mengisi kuliah umum, beliau diundang untuk menyampaikan hal-hal positif untuk menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa Unsyiah. Ini adalah kesempatan bagi teman-teman mahasiswa, jangan dipolititasi oleh teman BEM, yang kita khawatirkan terpengaruh akibat kelompok politik tertentu sehingga membatasi orang tertentu saja boleh memberikan kuliah umum,” ujarnya.

Prilaku semacam ini, menurut Banta bisa merugikan mahasiswa pada umumnya. Dia berharap, BEM Unsyiah bisa lebih dewasa melihat kehadiran  Surya Paloh.

Sebelumnya, BEM Unsyiah Banda Aceh menentang rencana Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh, mengisi kuliah umum di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

“Ini mengacu pada keputusan Dikti Nomor 26/Dikti/Kep/2002, tentang pelarangan organisasi partai politik dalam kehidupan kampus yang berbunyi “melarang segala bentuk organisasi ekstra kampus dan atau melakukan aktivitas politik praktis di kampus,” kata Agung Nugraha selaku anggota Polhukam BEM Unsyiah.

Menurutnya, merujuk pada keputusan itu Surya Paloh dianggap tidak boleh hadir ke dalam kampus Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, karena yang bersangkutan merupakan ketua umum partai politik Nasional Demokrat (NasDem).

Itu sebabnya, menurut Agung Nugraha, jika nantinya hadir secara tidak langsung telah melakukan aktivitas politik dimana telah mengampanyekan kepribadiannya dan memperkenalkan sosok dirinya ke mahasiswa.

“Walaupun tidak terang-terangan meminta dirinya ataupun partainya untuk dipilih, tapi itu sudah melanggar aturan yang berlaku menurut peraturan Kemenristekdikti,” tegasnya.

Karena itu, dirinya selaku Anggota Polhukam BEM Unsyiah mengatakan, semua orang boleh untuk berpolitik, tetapi juga harus mempertimbangkan aturan, tempat, kondisi dan waktu. Sehingga tidak mencederai independensi kampus untuk mencari keuntungan.***

Komentar

Loading...