Terkait OTT di Aceh

Ketiga Kalinya Taqwallah Diminta Kesaksian, Termasuk Mantan Sekdaprov T. Setia Budi

Ketiga Kalinya Taqwallah Diminta Kesaksian, Termasuk Mantan Sekdaprov T. Setia Budi
Gedung Dirkrimsus Polda Aceh (foto: Muhammad Saleh)
Rubrik

Banda Aceh | Kisah dan cerita operasi tangkap tangan (OTT), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi, seorang pengusaha T. Saiful Bahri dan mantan staf khusus Irwandi, Hendri Yuzal, agaknya akan berbuntut panjang.

Lihat saja, sederet nama atau sedikitnya 60 orang akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam beberapa hari ke depan.

Senin hari ini (13/8/2018) saja, tim penyidik KPK memeriksa 16 saksi, terkait kasus dugaan suap ijon proyek-proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018. Mereka diperiksa untuk tersangka Irwandi Yusuf.

Pantauan media ini Dirkrimsus Polda Aceh, Banda Aceh. Ada nama Taqwallah, mantan Kepala Inspektorat Muhammad, mantan Kabiro Hukum Edrian, mantan Kabiro Pembangunan Setda Aceh Surya Rayendra, mantan Asisten II Iskandar A Gani, Kabiro Hukum Amrizal J Prang serta mantan Sekdaprov Aceh T. Setia Budi. Dia merupakan ketua tim seleksi pejabat pratama Pemerintah Aceh beberapa waktu lalu. Dan hingga saat ini, kabarnya pemeriksaan masih berlangsung.

“Benar Bang. Khusus untuk Pak Budi (Setia Budi), agaknya dia diminta kesaksian soal kursi Kepala ULP yang diduduki Nizarli. Sebab, hingga kini masih bermasalah,” ungkap seorang sumber di Banda Aceh pada media ini, Senin (13/8/2018).

Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah mengtakan para saksi yang diagendakan pemeriksaannya hari ini berasal dari unsur staf khusus gubernur, pejabat di Biro Hukum, PNS, pejabat dan anggota TAPA, BPKS dan staf pupr. Mereka akan diperiksa di Dirkrimsus Polda Aceh.

"Penyidikan dalam kasus ini terus dilakukan KPK untuk memperdalam proses-proses pembahasan dan pengalokasian DOKA. Sejumlah saksi dari pejabat Kementerian Dalam Negeri dan pejabat Aceh telah diperiksa. Rincian informasi aliran dana yang diduga terkait Aceh Marathon juga terus diklarifikasi oleh penyidik. KPK semakin mendapatkan bukti-bukti yang kuat dalam kasus ini," kata Febri.***

Komentar

Loading...