Sidang Etik Panwaslih Aceh

Ketidak Hadiran Komisioner Laporan Pengadu Jadi Daluwarsa

Ketidak Hadiran Komisioner Laporan Pengadu Jadi Daluwarsa
Fahrizal Salim
Penulis
Sumber
Laporan Fahrizal Salim/Jakarta

Jakarta | Akibat ketidakhadiran Komisioner di Kantor Panwaslih Aceh saat  tim Irwandi Yusuf ingin melaporkan dugaan pelanggaran oleh calon Gubernur Nomor Urut 5, Muzakir Manaf, mengakibatkan laporan tersebut daluwarsa. Demikian terungkap dipersidangan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada gelar sidang pelanggaran kode etik Panwaslih Aceh, Jumat (31/03/2017) di ruang sidang DKPP RI, Jakarta. "Akibat ketidakhadiran komisioner sehingga menyebabkan laporan itu daluwarsa," kata Majelis Hakim Pdt. Saut Hamonangan Sirait, M.TH, pada sidang itu.

Sebelumnya hakim Saut menanyakan kepada teradu (Panwaslih Aceh) bahwa pada tanggal 24 Januari 2017,  pengadu datang ke Kantor Panwaslih Aceh untuk berkonsultasi tapi dianggap oleh teradu sebagai laporan resmi berhubung komisioner hadir, tapi kenapa pengadu datang pada  sehari sebelumnya atau 23 Januari 2017. Nah, karena komisioner tidak hadir, tapi juga ingin berkosultasi namun tidak dianggap laporan resmi. "Seandainya komisioner hadir pada 23 Januari 2017, laporan pengadu diterimakan?" Tanya Saut pada Komisioner Panwaslih Aceh. "Benar, kami terima,"jawab Ketua Panwaslih Aceh, Syamsul Bahri. “Ini berarti laporan pengadu daluwarsa karena ketidakhadiran komisioner," kata Saut.

Sekedar mengulang, tim Irwandi Yusuf melaporkan Panwaslih Aceh ke DKPP RI akibat pada 23 Januari 2017, teradu tidak berada di tempat dan tidak menerima laporan. Padahal tanggal tersebut merupakan hari terakhir pengajuan laporan sebagaimana ketentuan Pasal 28 Perbawaslu No 11 Tahun 2014.

Gelar sidang tersebut dipimpin Hakim Prof Jimly Asshiddigie, SH (Ketua), dan empat hakim anggota, Pdt Saut Hamonangan Sirait, M.TH, Dr Valina Singka Subekti, Dr Nurhidayat Sardin, Prof Anna Erliyana, SH, MH. Majelis hakim menskor sidang, selanjutnya rapat pleno majelis hakim menentukan putusan sampai waktu belum diputuskan.***

Komentar

Loading...