Sidang Paripurna Jawaban Gubernur Terhadap Hak Interpelasi DPRA, 28 Juni 2018

Kesempatan Kedua Atau Terakhir Gubernur Untuk Berikan Jawaban Hak Interpelasi

Kesempatan Kedua Atau Terakhir Gubernur Untuk Berikan Jawaban Hak Interpelasi
Wakil Ketua DPRA Teuku Irwan Djohan
Penulis
Rubrik

Banda Aceh |  Selasa, 5 Juni 2018, Badan Musyawarah (Banmus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah menetapkan Sidang Paripurna Istimewa Kedua, guna mendengarkan jawaban Gubernur Aceh Irwandi Yusuf terhadap Hak Interpelasi DPR Aceh, yang dijadwalkan, Kamis (28/06/2018). Sidang dengan agenda yang sama, Senin (04/06/2018), tanpa dihadiri Gubernur Aceh Irwandi Yusuf itu, menjadi catatan wakil rakyat tersebut.  “Sidang paripurna, 4 Juni lalu sudah dihitung satu kali,” kata Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan, Kamis (07/06/2018).

Kader Partai NasDem yang juga sebagai pimpinan sidang paripurna istimewa tersebut, juga menegaskan bila sidang kedua tidak hadir, maka sidang tetap dilanjutkan. “Kalau Gubernur Aceh dan pejabat terkait dari Pemerintah Aceh kembali tidak ada yang hadir mewakili Gubernur, maka sidang tetap dilanjutkan,” ujar Teuku Irwan Djohan.

Bahkan, sidang lanjutan itu akan mengambil keputusan penentuan, apakah dilanjutkan Hak Angket atau tidak. Itu artinya, kehadiran Gubernur Aceh atau yang mewakili Pemerintah Aceh, menentukan kesimpulan DPRA dalam mengambil keputusan terkait, Hak Interpelasi .

Berdasarkan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Nomor 1 Tahun 2016, tentang Tata Tertib DPRA, mengatur. Pasal 9 ayat (2) disebutkan, Gubernur menugaskan Wakil Gubernur untuk mewakilinya, apabila tidak dapat hadir untuk memberikan penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal 9 dimaksud.

Masih berdasarkan Pasal 9 Tatib DPRA, pada ayat (3) dijelaskan. Gubernur tidak hadir dua kali berturut-turut setelah dipanggil secara patut, maka sidang paripurnakan dilanjutkan. Itu artinya, kesempatan Gubernur Aceh atau yang ditugaskan pada Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah memberikan jawaban terhadap Hak Interpelasi, tinggal satu kali. Karena sidang pertama, Senin, 4 Juni 2018 tetap dilanjutkan DPRA alias tidak batal.

Sebelum Sidang Paripurna Istimewa DPRA, Senin (04/06), Pemerintah Aceh telah menyurati wakil rakyat, Kamis (31/05/2018). Dalam surat Nomor 162/18052 sifat segera yang ditandatangani Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah atas nama Gubernur Aceh, minta sidang pada Senin (04/06) dijadwal kembali dengan alasan Irwandi Yusuf masih melaksanakan ibadah umrah, di Arab Saudi.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...